Aneh, aku baru tahu kalian menganggapku begitu memesona bagi kaum kalian. Kalian, dengan segala pujian dan perlakuan spesial kalian kepadaku membuatku begitu bahagia dan bangga. Tetapi, tolong jangan terlalu memujiku dengan berlebihan, aku takut akan kekhilafan dan kenikmatan sesaat yang disajikan oleh manisnya gula biang ketenaran.

Tidak, bukan aku sok suci atau sok benci akan kemakmuran duniawi yang memang hanya aku nikmati satu periode saja, berbeda dengan kaum sejenismu. Ak hanya tidak ingin kalian terlalu menambatkan hati kalian terhadap buah tangan hasil karyaku, cobalah buka hati kalian dan lihat disekeliling kalian, masih banyak kaum sebangsaku yang membutuhkan kasih sayang kalian dan pasti akan memberikan dampak positif pula bagi kalian jika kalian memberikan sajian kasih sayang kepada mereka.

Lelah? Bukan, bukan karena lelah. Aku hanya ingin kalian berpikir, sumber keindahan bukan hanya berasal dari suatu hal yang telah banyak orang menganggapnya indah. Sebuah faham awamisme yang ingin aku tentang dan menawarkan sebuah pembaharuan, terutama dalam mengubah paradigma dan ultimatum yang bersifat awam.

Sebuah pandangan terhadap hal-hal yang baru, yang akan membuat pemikiran kalian berkembang dan kehidupan kalian berkembang. Namun memang kalian selalu terkendala atas dasar konsep teori dan melupakan intuisi hati kalian terhadap hal-hal lain, bahkan yang banyak orang menganggapnya tidak baik dan bukan sebuah opsi untuk memilih, jadilah dan jadikan pemikiran yang baru dalam proses berfikir kalian.

Ini hanyalah sebuah cerita yang menyambungkan suka dan duka, lalu menyabungkan bahagia dan derita, kawan. Cerita yang sebatas penerawangan atas kejadian hidup yang terjadi di seputar lingkungan tempatku menguras isi perutku, demi kebutuhan jasmani kaum-kaum tuna asmara, asmara terhadap sesama makhluk ciptaanNya.

Nouerdyn

(Visited 6 times, 1 visits today)
Ulat Sutera
Bagikan ke:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *