Ternyata Bisnis Keluargaku Dimodali PIP UMi - Blogger Bandung | Penjaja Kata
Blogger Bandung yang menyediakan berbagai kebutuhan kata
Blogger Bandung | Copywriter
16787
post-template-default,single,single-post,postid-16787,single-format-standard,bridge-core-1.0.4,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-18.0.9,qode-theme-bridge,disabled_footer_bottom,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-5.7,vc_responsive
 

Ternyata Bisnis Keluargaku Dimodali PIP UMi

Ternyata Bisnis Keluargaku Dimodali PIP UMi

Memiliki riwayat keluarga yang pernah bergelut di dunia bisnis, menjadi salah satu privilage yang tidak semua orang dapatkan. Hal terpenting bukan sekadar dapat meninggalkan sumber penghasilan secara turun temurun, melainkan lebih pada mindset atau mental dalam berbisnis yang sudah terbentuk kerangkanya untuk generasi-generasi selanjutnya.

Hal itulah yang saya miliki saat memutuskan berbisnis, setelah menyelesaikan kuliah. Latar belakang keluarga yang bergelut di bidang bisnis jasa, spesifik nya weeding organizer, membuat saya memiliki ketertarikan untuk menjalani bisnis di bidang jasa juga namun dalam ranah digital hingga saat ini.

Berbicara mengenai bisnis yang dijalankan oleh keluarga, saya memang tidak begitu banyak ikut-campur karena memang tidak memiliki ketertarikan terhadap sistem bisnis wedding organizer  yang menurut saya pribadi terlalu melelahkan, serta membutuhkan modal yang cukup untuk memenuhi tren pernikahan yang setiap tahun selalu bergonta-ganti.

Namun, sebuah momen yang tak terduga saya alami beberapa waktu ke belakang, tepatnya saat mengenal PIP (Pusat Investasi Pemerintah) dengan programnya UMi (Pembiayaan Ultra Mikro), dalam acara workshop menulis yang diselenggarakan oleh Bisnis.com, Kamis 16 Desember 2021.

Selain banyaknya ilmu mengenai kepenulisan yang saya peroleh, pembendaharaan informasi mengenai PIP dan UMi pun menambah wawasan saya mengenai pembiayaan bisnis, khususnya untuk masyarakat yang membutuhkan pembiayaan usaha. Hal ini pun yang cukup menarik perhatian saya, terlebih sebagai pelaku UMKM, tentu saya pun tertarik untuk mencari tambahan modal baik untuk pengembangan usaha maupun sebagai dana darurat untuk menutupi cashflow usaha.

Hal yang cukup mengejutkan pun saya dapatkan, salah satunya saat mengetahui bahwa penyaluran modal UMi dilakukan dengan beberapa pihak ketiga seperti koperasi, PNPM  atau pegadaian. Ketiganya memang menjadi lembaga yang sangat saya kenal, karena menjadi beberapa lembaga yang dipergunakan oleh keluarga saya selama ini untuk menunjang bisnis wedding organizer nya, khususnya PNPM yang masih aktif digunakan oleh bibi saya yang menjadi pihak yang mengatur urusan pemodalan bisnis.

Mengetahui hal ini, saya pun sangat tertarik untuk mengetahui seluk-beluk bisnis wedding organizer keluarga, yang sudah dimulai dari tahun 2000 yang lalu oleh nenek saya. Semenjak nenek saya meninggal di tahun 2018, bisnis ini dijalankan secara kolektif oleh hampir seluruh keluarga dan bisa profitable tanpa harus menjual aset keluarga untuk memodali usahanya.

Pembiayaan UMi yang dimulai di tahun 2017 ini memang langsung dipelajari dan digunakan oleh nenek saya, Eti Rohaeti, untuk pembiayaan bisnis wedding organizer nya kala itu. Apalagi di tahun tersebut perkembangan sosial media yang semakin masif, membuat pengetahuan masyarakat terhadap tren pernikahan pun semakin meningkat, untuk bisa mengimbanginya pembiayaan dari UMi yang didapat melalui PNPM pun diambil.

Hal ini pun berdampak baik, karena setelah beberapa tahun beliau tiada, bisnis ini masih dapat dijalankan oleh hampir semua anggota keluarga dan menjadi salah satu sumber penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Kekhawatiran terhadap modal berbentuk dana, menjadi faktor utama yang membuat masyarakat di Indonesia sering kesulitan untuk memulai usaha. Alhasil, pertumbuhan usaha di kelas UMKM pun pertumbuhannya belum begitu masif.

Dan ternyata pemerintah pun sudah memaklumi jika sebagian besar masyarakat Indonesia, memiliki mental block  terhadap berbisnis sebagian besar dikarenakan permasalahan modal. Hal itu pun coba diakali dengan hadirnya UMi melalui PIP, penyalurannya pun cukup merata dengan bekerjasama dengan beberapa pihak seperti Mengetahui hal ini tentu menjadi hal baik untuk saya pribadi, terutama saat memiliki beberapa rekan yang masih sering kesulitan memulai usaha dikarenakan modal.

Dan hal yang paling membuat orang semakin bersemangat untuk memulai usaha, tentunya karena pembiayaan UMi ini tanpa agunan dan bisa bermodalkan KTP saja, bahkan dengan biaya bunga yang lebih kecil jika dibandingkan dengan meminjam modal usaha ke bank.

Tak hanya sampai di situ saja, bunga yang dihasilkan pun secara terus-menerus digunakan untuk pembiayaan, karena UMi menjadi program pemerintah yang bergerak secara non-profit dan difokuskan untuk menyejatherakan masyarakat. Hal-hal baik yang saya perolah mengenai PIP dan UMi ini pun semakin membuat saya bersemangat, untuk menyebarkan info tersebut ke relasi yang saya miliki #PIPUMi #UMiUntukNegeri.

 

Penjaja Kata

No Comments

Post A Comment

We work closely with you and carry out research to understand your needs and wishes.