Pameran atau Pamer-an?. Pameran adalah sebuah kegiatan yang pernah saya anggap dapat menimbulkan dosa. Hal ini berlandaskan penggunaan kata sifat pamer atau riya yang merupakan sifat tercela yang dibenci oleh Allah SWT, memang terdengar picik menilai makna dari kata dasar tersebut, tetapi seperti itulah kenaifan dari sistem analisis. hehe -_-

Namun pemikiran itu dapat terbantahkan setelah saya mempelajari mengenai bentuk-bentuk marketing & menunjukan bahwa pameran merupakan salah satu sistem marketing dalam proses jual beli, pekerjaan yang sudah dianjurkan oleh Rasulullah dan tidak dapat digugat lagi keabsahannya. 🙂

Rangkaian kata diatas hanya sebuah intermezzo saja dari kegiatan “pameran” yang memang memiliki kata sifat dasar yang dianggap “tabu” karena mengacu pada sebuah sifat tercela, maka dari itu banyak varian penggunaan kata lain untuk mengganti kata pameran seperti peragaan, pertunjukan, bazaar,  dan kata lain yang tentunya mewakilkan konten dan tema apakah yang akan diangkat.

Selaku penikmat keunikan barang-barang antik, beberapa kali saya mengunjungi pameran benda-benda antik, karena lebih memikat dan mempunyai daya tarik tersendiri. Keunikan yang dapat dinikmati mulai dari bentuk, umur, dan harga. Walaupun tidak sanggup untuk membeli dan memilikinya, setidaknya pameran tersebut dapat menjadi hiburan untuk cuci mata. :v

Selain itu sebagai penggemar aktivitas membaca, pameran buku juga menjadi salah satu acara yang sering saya kunjungi. Selain tersedianya diskon buku-buku berkualitas dengan harga murah, biasanya selalu ada kegiatan self improvement (workshop, talkshow, dlsb) dalam rangkaian acaranya yang bisa mengembangkan wawasan dan pengetahuan.

Kegiatan-kegiatan self improvement seperti itu sangat efektif untuk mengundang massa untuk hadir dalam penyelenggaraan pameran buku, apalagi bila tokoh-tokoh terkenal yang diundang sebagai pengisi acara, sudah tentu pameran buku akan semakin terlihat meriah.  Selain itu sangat bermanfaat juga untuk menambah relasi, baik relasi dalam urusan umum maupun pribadi. 🙂

Sebuah prestise besar saya sematkan jikalau ada penyelenggaraan pameran buku yang menyertakan buku-buku antik yang memiliki kelebihan dari segi umur pada khusunya, terutama buku-buku yang membahas sejarah nasional di Indonesia. Buku-buku tersebut patut untuk dihargai karena perjuangan bukan hanya ada dalam ceritanya saja, melainkan bertransformasi dalam bentuk fisik buku juga penulisnya.

Semoga saja suatu saat nanti dapat diselenggarakan sebuah pameran buku khusus buku-buku antik dan langka, baik dari segi bentuk maupun isi tulisannya. Jika terselenggara maka menikmati pameran buku akan semakin nikmat, khususnya untuk diri saya sendiri. 😀

Warming Up to #PameranBukuBdg2014
Penjaja Kata

 

 

(Visited 52 times, 1 visits today)
"Pamer"an?
Bagikan ke:
Tagged on:                 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *