Literasi - Page 51 of 78 - Blogger Bandung | Penjaja Kata
Blogger Bandung yang menyediakan berbagai kebutuhan kata
Blogger Bandung | Copywriter
-1
archive,paged,category,category-literasi,category-3,paged-51,category-paged-51,bridge-core-1.0.4,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-18.0.9,qode-theme-bridge,disabled_footer_bottom,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-5.7,vc_responsive
 

Literasi

Ya Allah, Terima kasih atas anugerahMu Kitab suci sang obat penawar luka hati Terima kasih atas kepercayaanMu Sang malam 1000 bulan masih kunikmati Terima kasih atas pemberianMu Pancaran cahaya surga di malam hakiki Terima kasih atas karuniaMu Kesadaran iman dan takwa yang sejati Terima kasih atas keagunganMu Ramadhan ciptakan ibadah nan harmoni Mari lebih ditingkatkan ibadah...

Garis-garismu kini nampak pudar, ditetesi hujan, diolesi badai. Bahkan, mentari seakan menjauhi bagai tak sudi membiaskan cahayanya Dirimu manunggal, dalam warna suci sang cahaya Hilanglah sapta warna, sosokmu bagai tinggal mitos Kembalilah, kembalilah tanpamu tiada yang indah Kembalikan, kembalikan senyuman mega yang cerah Guratkan senyum untuk dunia, duhai pelangi tua Bandung tjoret, 13-07-14. Nouerdyn  ...

Pejuang Ashar, Penjaja Kata. Bulu kudukku nampak bergidik berdiri, buku yang kubaca ini memiliki efek getar yang menyentuh irisan kalbuku. "Hadits Shahih, Bukhori dan Muslim" itulah sepenggal judul buku tersebut, buku berisi kumpulan hadits shahih Imam Bukhori dan Imam Muslim yang tanpa aku pesan ada di...

Waktos shubuh kalah tunduh Waktos lohor eukeur ulin Waktos ashar kalah lapar Waktos maghrib ¬†eukeur niis Waktos isya teu barisa Iraha waktos ka mesjid? Dalam Balutan Pupuh Kinanti Penjaja Kata  ...

Rebahkanlah, Penjaja Kata. Rebahkan saja diatas bantalan pundakku Biarkan tulang pipimu menyangkut di bahu Nyamankanlah, bersandarlah dengan nyenyak Terlelaplah, jikalau kantuk sudah meluap dalam benak Izinkan aku mengelus lurus halus rambutmu Yang hitam indah nan bergelombang laut batu hiu Izinkan aku mengecup redup sayup matamu Yang bersinar memancarkan senja gunung Semeru Biarkan saja mereka...

Dalam dinginya sepertiga malam, desiran angin dingin hidupkan mata dan tubuh Kakanda yang tengah terlelap. Lantas, dia mengusap wajah dengan kedua belah tangan sembari mengucap untaian doa. Lalu dia turun dari pembaringannya, melangkahkan kaki untuk mengambil air suci yang dapat menghilangkan dahaga ibadahnya. Adinda : Engkau...

We work closely with you and carry out research to understand your needs and wishes.