Literasi - Page 45 of 74 - Blogger Bandung | Penjaja Kata
Blogger Bandung yang menyediakan berbagai kebutuhan kata
Blogger Bandung | Copywriter
-1
archive,paged,category,category-literasi,category-3,paged-45,category-paged-45,bridge-core-1.0.4,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-18.0.9,qode-theme-bridge,disabled_footer_bottom,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-5.7,vc_responsive
 

Literasi

Indonesia, Tanahku dikremasi petak-petak perumahan Airku dikemasi galon-galon air mineral Indonesia, Merahku bagaikan muntahan spidol Putihku bagaikan uban yang nongol Indoneisa, Jiwaku disamak jadi makin tipis Ragaku dipermak jadi makin miris Indonesia, Empat sehat, lima sempurna, enam mie instan Sembilan bahan pokok makin mengenaskan Indonesia? Endonesa? Nusantara? Apapun namanya, merde"kalah" dari kekalahan! Dir6aha9u INDONESIA! Penjaja Kata...

Tatkala Kutatap Matamu, Penjaja Kata. Tatkala kutatap matamu Paru-paruku bernafas syahdu Tatkala kutatap matamu Jantungku berdetak sendu Tatkala kutatap matamu Nadiku berdenyut pilu Tatkala kutatap matamu Hatiku berdesir merdu Tatkala kutatap matamu Cinta mengalir dalam darahku Namun, Tatakala kutatap hatimu Kulihat berlian yang tak dapat kusentuh Terima kasih atas per"hati"annya. Bandung tjoret, 11-08-2014....

Aku tidak ingin menjadi tongsis, yang hanya menemani kebahagiaanmu, memotretkan diri ketika berada diatas. Aku ingin menjadi tongsus, yang menemani kesulitanmu, melangkahkan diri ketika berada dibawah. Tidak, aku tak ingin menjadi tongkat narsis bagimu. Aku ingin menjadi tongkat susah untukmu. Bukan untuk menemanimu ketika berfoto selfie, melainkan menemanimu ketika berfoto yaasin....

Picingkan saja matamu jikalau menatapku Aku 'kan anggap kau blasteran indo-cina Kerutkan saja dahimu jikalau melirikku Aku 'kan anggap kau mulai tua bangka Ciutkan saja hidungmu jikalau membauiku Aku 'kan anggap inderamu kurang sempurna Muntahkan saja, lewat rongga mulutmu Muntahkanlah usus, paru, limpa, beserta organ vitalmu Ucapkan saja, lewat rongga mulutmu Ucapkanlah caci, maki,...

Pabila, Penjaja Kata. Pabila bintang dan bulan telah hilang dari anatomi malam Pabila hangat telah hilang dari pijar matahari Pabila hujan adalah derai air mata Pabila pelangi hanya tinggal warna Pabila senja tak sempat kukecup Pabila fajar tak sempat kukecap Pabila nafas telah hilang dari selaput paru Ingatlah, cinta  'kan selalu hadir bagai buih...

We work closely with you and carry out research to understand your needs and wishes.