Satu kata yang tidak akan pernah lekang dalam langkah sang garuda adalah korupsi, dari dulu hingga sekarang kegiatan yang satu ini tidak pernah tidak lepas dari khalayak ramai, ada-ada saja orang yang sedikit “bermain” dengan praktik menggiurkan namun menggugurkan yakni korupsi. Jika kita sedikit menilik sejarah kehidupan manusia, sepertinya dapat saya ambil kesimpulan bahwa korupsi sudah terjadi sudah sangat lama, bahkan pada saat zaman manusia pertama yaitu nabi Adam dan Siti Hawa.

Menurut sejarah yang masuk kedalam telinga saya, nabi Adam dan Siti Hawa melanggar larangan tuhan untuk memakan buah khuldi di surge. Akan tetapi, karena pengaruh dari syaitan kedua sedjoli sang nenek moyang semua umat manusia itu melanggar larangan yang telah dibuat tuhan. Menurut Anda, hal tersebut termasuk pada unsur korupsi atau tidak? Jika menurut pandangan saya, hal tersebut memang termasuk dalam unsur korupsi.

Hal pertama yang dapat disimpulkan sebagai bentuk dari korupsi adalah pelanggaran terhadap larangan yang telah ada, intinya kita mengkonsumsi suatu hal yang jelas bukan hak bagi diri kita. Namun, bukan bermaksud menjelek-jelekan seorang nabi sekaligus nenek moyang semua umat manusia, ini hanya sekedar kilas balik bahwa memang kejadian korupsi ini sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia berjuta-juta tahun sebelum kita bernafas dan menginjak alam ini.

Jadi, apakah korupsi itu dapat dihilangkan dari kebiasaan manusia? Jawabannya ada pada setiap individu masing-masing. Seorang nabi Adam pun setelah melakukan kesalahannya segera bertaubat, lalu setelah itu hampir tidak ada cerita serupa yang menimpa nabi Adam, karena memang beliau bersungguh-sungguh untuk bertaubat dan tidak mengulangi perbuatannya. Hal positif yang dapat kita ambil dari cerita singkat tersebut adalah perlunya instrospeksi diri dan mulai hilangkanllah budaya korupsi sekecil apapun dan dalam hal apapun.

Memang orang-orang yang berlatar “institusi pemerintahan” lah yang begitu tersorot dalam hal korupsi, karena memang yang mereka korupsi adalah barang yang sangat didewakan oleh manusia yakni uang. Uang telah mempengaruhi pemikiran mereka sehingga fakta bisa berubah menjadi gossip belaka, dan nyata pun bisa menjadi maya. Akibatnya, sangat banyak uang yang diamanahkan untuk kepentingan rakyat bersama hilang tanpa jejak dan hilang bak ditelah perut bumi.

Lalu ketika para tokoh korupsi tersebut tertangkap, memang cara-cara mereka menghilangkan jejak korupsinya masing-masing begitu cerdik dan kreatif. Istilah money laundry adalah yang paling sering terdengar jikalau berurusan dengan dunia perkorupsian. Namun, sebagai masyarakat yang bijak janganlah kita dengan semena-mena menghujat para koruptor tersebut, mungkin tidak semua yang melakukan korupsi hanya untuk berfoya-foya.

Intinya adalah dukungan dari masyarakat sendiri dalam memerangi tindak tanduk dan gerak gerik korupsi dalam kehidupan masyarakat, bukan hanya dalam kepemerintahan bahkan dalam kehidupan pribadi kita sendiri korupsi harus sudah mulai dimusnahkan. Hal yang paling simple dan banyak kita korupsi adalah waktu, jikalau kita memang serius untuk memerangi korupsi, tentu kita juga harus menghilangkan budaya korupsi dari hal sekecil apapun bukan?

Korupsi waktu memang tidak terasa merugikan, bagi yang tidak menganggap waktu itu bagaikan sebuah uang. Setelah kita mencoba tidak mengkorupsi waktu, baik itu mengurangi atau menambah, pasti budaya korupsi lambat laun akan menyusut dan semakin susut. Apabila hal tersebut dapat menjadi kebiasaan kita, barulah bisa kita dengan bangga mengkritisi setiap pelaku korupsi dari instansi pemerintahan.

Tentu akan banyak hal positif berupa masukan dari kita selaku masyarakat yang telah membudayakan melawan korupsi, karena memang kita telah mencoba membasmi korupsi dari kebiasaan sehari-hari dan tentu itu sangat berguna untuk menempa diri kita menjadi pribadi yang lebih baik dan benar. Akhir kata semoga artikel ini dapat menginspirasi Anda selaku pembaca, lalu Anda dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan Anda sendiri terlebih dahulu. Mari hentikan praktik dan budaya korupsi mulai dari diri kita sendiri! (Sandra Nurdiansyah)

(Visited 12 times, 1 visits today)
Korupsi? Ngaca dulu deh
Bagikan ke:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *