Sepasang burung terbang tak terkendali, ditembak angin lembah yang berhembus begitu kencang. Entah apa yang mereka lakukan, dengan berani mereka menantang angin yang sanggup menghapus kabut selimut gunung, kiranya mereka ingin bunuh diri.

Kakanda : Luar biasa!

Melalui mata yang berkaca-kaca, Kakanda menyiratkan kekaguman terhadap sepasang burung tersebut.

Adinda : Ada apakah gerangan, Kakanda?

Kakanda : Aku sedang menyaksikan pertunjukan hidup yang teramat luar biasa, pertunjukan hidup untuk menghidupi dan menghidupkan.

Adinda : Menghidupi dan menghidupkan?

Kakanda : Lihatlah sepasang burung yang sedang berjuang melawan angin di langit itu, Adinda!

Dua pasang mata bersama memandangi sepasang burung yang masih berjuang ditengah derasnya aliran angin, yang berhembus mengelus rimbunan hutan.

Adinda : Sepasang burung? Apa yang mereka lakukan, Kakanda?

Kakanda : Aku tak tahu pasti, tetapi sepasang burung itu mengajarkan sebuah pelajaran besar. 

Adinda : Pelajaran besar?

Kakanda : Iya, pelajaran akan kesetiaan, tanggung jawab, dan keberanian. Selain itu, analisisku berpendapat bahwa sesuatu yang begitu penting menunggu mereka di suatu tempat, mungkin jiwa baru sedang menunggu kehadiran di sarang mereka. 

Adinda : Mereka memiliki anak?

Kakanda : Itu hanya sebatas analisisku, tetapi melihat perjuangan mereka mengingatkanku terhadap pengorbanan orang tua untuk buah hatinya. Bahkan sampai rela mengorbankan nyawa, itulah bukti kasih sayang dari orang tua.

Adinda tersenyum manis, begitupun Kakanda. Lalu, bersama-sama mereka berdoa demi kebaikan dan keselamatan sepasang burung tersebut dalam mencapai tujuan hakikinya.

Nouer Dyn

(Visited 12 times, 1 visits today)
Kakanda dan Adinda #Part8
Bagikan ke:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *