Angin beserta udara yang dikandungnya menghempaskan sekujur raganya ke bumi, sejenak ingatannya hilang ditelan gravitasi. Hei, dimanakah kalian kehidupan? Tidakkah menolong jiwa yang sedang dilanda kesulitan ini?

Adinda : Mari kita bawa, Kakanda. Kita obati dia sampai sembuh dan pulih seperti sedia kala.

Kakanda : Baiklah.

Lagi-lagi mereka berdua, apakah dunia ini memang sempit? Sehingga mempersempit lahan orang-orang untuk berbuat baik, ataukah memang tidak ada yang berkehendak untuk berbuat bagi? Ya setidaknya mereka sudah memiliki niat.

Tubuhnya pun diangkat oleh Kakanda, perlahan dan begitu aman.

Adinda : Masih hidupkah dia, Kakanda?

Adinda tampak begitu cemas, matanya membelalak bak burung jalak.

Kakanda : Masih, aku kira.

Adinda : Ayo secepatnya kita bawa dia menuju rumah, Kakanda. Secepatnya kita harus obati!

Lantas mereka pergi menuju rumah, lalu mempersiapkan prosesi penyembuhan untuk raga yang tak tahu asal muasalnya dari mana. Serentak, kedua pasang tangan itu berkolaborasi untuk menyelamatkan sebuah jiwa yang sedang terpapar cahaya akhirat.

AdindaΒ : Dia sudah lebih baik dan akan semakin baik jika disini.

Adinda terlihat begitu sangat bahagia, kecemasannya sedikit demi sedikit hilang.

Kakanda : Apakah kamu suka dia?Β 

Adinda mengangguk setuju.

Kakanda : Apakah engkau ingin menjadikannya satu bagian lain diantara kita?

Adinda nampak kebingungan.

Adinda : Apabila engkau mengizinkan, namun bila tidak aku tidak akan memaksa.

Kakanda hanya melipat tipis sudut bibirnya.

Kakanda : Kita tunggu dia sadar, biarkan dia yang memilih nanti, pilihan terbaik untuk kehidupannya kelak.

Dia, bidadari bertubuh mungil yang nampak begitu manis semanis kayu manis. Siapakah gerangan?

Nouer Dyn

(Visited 8 times, 1 visits today)
Kakanda dan Adinda #Part18
Bagikan ke:

5 thoughts on “Kakanda dan Adinda #Part18

    • June 19, 2014 at 8:53 am
      Permalink

      Terima kasih atas kunjungan dan masukannya, bung. πŸ˜€
      Sebuah masukan yang sangat baik bagi saya dalam proses belajar mengelola blog. πŸ™‚

      Reply
  • June 19, 2014 at 8:46 am
    Permalink

    Ceritanyaa baguss..
    Meskipun saya belum baca dari awal episode.
    Good Cerpen.. Hee πŸ™‚

    Reply
    • June 19, 2014 at 8:55 am
      Permalink

      Terima kasih atas kunjungannya. πŸ˜€
      Silahkan ditinjau lebih lanjut jikalau berkenan. πŸ™‚

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *