Mabuk dalam buai asmara, tenggelam dalam samudera rasa. Adinda begitu merasa senang bukan kepalang, seakan ada suatu hal yang merasuki jasadnya. Senyum bukan sembarang senyum, tawa bukan sembarang tawa, laksana manusia yang telah diberikan kenikmatan penampakan surga.
Namun bukan Adinda pabila dengan seenak hati menikmati sajian klise alam bawah sadar.

Adinda : Tuhan, apa yang sedang aku rasakan? Sesuatu yang baikkah atau burukkah?

Lekukan batang pikirannya mulai kembali terlihat, tatkala dia bertanya pada sang pemilik hati.

Adinda : Mungkinkah ini rasa cintaku padaMu?

Terhenyak seketika nafas Adinda, dia temukan jawabannya dalam diam. Adinda kembali tersenyum lalu tertawa, seperti gejala virus manusia gila. Gila? Ya mungkin dia gila, dalam sudut pandang awam, dalam sudut pandang ilmu jelata.

Adinda : Terima kasih.

Air matanya nampak sudah mencapai kerongkongan, bagian luar. Laju alirannya membentuk sungai lokal diantara keindahan parasnya, berkelok-kelok elok.

Sujud dalam keindahan ibadah, bukan hanya untuk memuja melainkan untuk menyatukan rasa, cipta, dan karsa dengan sang pemilik alam rupa. Sajian yang menyenangkan dan mengenyangkan hati. Nampak Kakanda memerhatikan Adinda, tanpa suara dia berbicara pada dirinya sendiri

Nouer Dyn

(Visited 6 times, 1 visits today)
Kakanda dan Adinda #Part13
Bagikan ke:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *