Cara Asyik Belajar Desain Grafis Selama Masa Karanita Virus Corona - Blogger Bandung | Penjaja Kata
Blogger Bandung yang menyediakan berbagai kebutuhan kata
Blogger Bandung | Copywriter
16659
post-template-default,single,single-post,postid-16659,single-format-standard,bridge-core-1.0.4,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-18.0.9,qode-theme-bridge,disabled_footer_bottom,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-5.7,vc_responsive
 

Cara Asyik Belajar Desain Grafis Selama Masa Karanita Virus Corona

Cara Asyik Belajar Desain Grafis Selama Masa Karanita Virus Corona

Kerja di rumah yang diserukan oleh pemerintah, seiring dengan proses karantina mandiri yang dilakukan selama pandemi corona atau covid-19 terjadi di Indonesia, menjadi hal yang biasa saja sebenarnya bagi saya. Hal ini dikarenakan sejak tahun 2014, tepatnya dari sejak kerja sambilan pas kuliah, saya sudah terbiasa untuk kerja di rumah.

Ya.. walaupun ada beberapa hal yang membuat saya merasa bosan juga terlalu lama ‘benar-benar’ cuma di rumah aja. Seperti untuk makan ramen di tempat favorit saya, biasanya saya lakukan Ketika otak udah Lelah dengan kerjaan, biar fresh lagi. Tapi sejak diberlakukan karantina, apalagi sejak PSBB dilakukan di kota Bandung, hilang sudah tempat favorit saya melepas penat.

Sumber: Pergi Kuliner

Ditambah, kedai nya tak seperti bisnis F&B lain yang tetap menerima pesanan daring via aplikasi ojol atau pesanan langsung ke kedai, kedai ramen favorit saya benar-benar tutup. Digembok. Tapi e nya Cuma satu. *ketauan anak julid Twitter :v

Ditengah kegamangan mencari pelampiasan, akhirnya saya pun memutuskan untuk mencurahkan Sebagian waktu saya untuk mempelajari hal-hal baru, salah satunya belajar desain grafis. Alasannya simple sih, karena pekerjaan saya bersentuhan dengan desain grafis dan selama ini saya selalu dibantu orang untuk mengerjakannya, siapa tahu ada ide-ide brilian lain kan yang muncul setelah saya mempelajari desain. 😀

Untuk memulai mempelajari desain grafis ini, saya mencoba untuk mencari tahu dasar-dasarnya terlebih dahulu mengenai desain. Sempat googling dan searching di Youtube, tapi belum ada materi yang benar-benar tersusun dan membuat saya klik dengan pertanyaan ‘apa itu desain?’.

Sampai akhirnya saya mengingat satu nama, seorang komikus yang dulu pernah saya kenal saat kerja sambilan di penerbit buku Mizan; Mas Waditya a.k.a Wahyu Aditnya. Saya masih ingat persis di workshop yang diadakan Mizan (waktu itu saya jadi publisis yang share info ke sosmed), pembicaranya ini Mas Waditya dan dia sempat bercerita bahwa ia memiliki sebuah lembaga pendidikan desain.

Sumber: Cermati

Berbekal dengan ingatan sesaat itu, saya pun cek Instagram lembaga tersebut dan voila akhirnya saya menemukan informasi kelas design fundamental berbasis online learning, sumber ilmu yang saya cari-cari ternyata tersedia di sana. Tak pikir panjang, saya pun daftar kelas tersebut dan mulai mengikuti step by step ilmu mengenai desain.

Saya pun akhirnya memahami bahwa sebuah desain itu dibangun oleh 7 elemen dasar, di antaranya: Garis, Bidang, Bentuk, Tekstur, Warna, Tipografi dan Ruang. Eits, tentu tidak akan saya jelaskan semua di sini dong, karena ini sudah masuk ‘dapur’ nya orang, jadi kalau mau tahu lebih lanjut silakan dicek di IG nya Mas Waditya ya. 😉

Selain mempelajari basic dari desain, saya pun mulai mempelajari ilmu basic untuk pengaplikasian menggunakan software nya, tadinya ingin ikut kelas offline nya Mas Wadit juga namun karena adanya pandemic dan PSBB saya pun urung melakukannya. Oh ya, aplikasi yang ingin saya pelajari tentunya aplikasi desain sejuta umat; Photoshop.

Untuk yang satu ini, saya sudah memiliki satu kanal Youtube tempat saya belajar dari beberapa Teknik di photoshop beberapa waktu yang lalu. Mungkin ada juga yang sudah tahu dengan kanal ini: MAC alias Mas Aji Channel. Dengan logat khas wong Jowo, Mas Aji menjelaskan dengan sangat gambling dan mudah banget dipahami oleh saya. Ya ibarat guru zaman SD saya gitu cara dia berkomunikasi, jadi mudah dipahami. 😀

Saya pun menggali informasi basic photoshop dari Mas Aji, tentu dengan sistem langsung praktek supaya informasi yang saya dapatkan tidak hilang begitu saja. Nah, kebetulan saya memiliki klien akun publik di bidang kesehatan, ilmu-ilmu desain ini pun saya coba aplikasikan ke klien saya ini.

Hal pertama yang saya lakukan tentulah melakukan riset konten, berhubung klien saya tidak memiliki background di bidang kedokteran, maka riset konten saya lakukan di website yang berhubungan dengan Kesehatan dan ada dokter yang bisa saja ajak untuk berdiskusi. Salah satu website yang menjadi tempat riset saya ialah Halodoc.

Halodoc merupakan sebuah platform penyedia informasi tentang dunia Kesehatan yang sangat komprehensif, mulai dari proses diagnosa sampai dengan pembelian obat pun kita bisa melakukannya melalui satu lini. Tentu sudah bukan zaman nya lagi, orang yang sakit harus jalan-jalan dulu untuk dapat berobat dan mendapatkan resep dari dokter, apalagi buat yang jarak rumah ke tempat kesehatannya sangat jauh. Bukan nya sembuh, justru malah makin kambuh.Nah, di sini lah saya menemukan konten-konten bernas mengenai Kesehatan, tentu salah satunya juga mengenai rapid test virus corona yang juga bisa dilakukan di Halodoc. Sudahkah kamu melakukan tes tersebut? Yuk biar enggak khawatir dengan kondisimu dan keluarga, segera buka aplikasi Halodoc untuk melakukan rapid test virus corona segera.

Selain itu, Instagram Halodoc pun menjadi tempat referensi saya dalam mendesain konten, selain desain-desainnya segar juga informatif banget deh buat menyebarkan informasi Kesehatan. Ya tentu bukan dijiplak begitu aja ya, ini Cuma jadi referensi untuk proses pembuatan desain saya. Biar hasil belajarnya lebih mantul gitu.

Oke deh, karena saya belum selesai mempelajari basic-basic photoshop nya, saya lanjutkan dulu belajarnya ya. See you, nanti dikasih lihat hasil desainnya dah. 😉

No Comments

Post A Comment

We work closely with you and carry out research to understand your needs and wishes.