Berani Mati Demi Selfie di Tebing Keraton - Penjaja Kata
2929
post-template-default,single,single-post,postid-2929,single-format-standard,bridge-core-1.0.4,ajax_fade,page_not_loaded,,qode_grid_1300,qode-theme-ver-18.0.9,qode-theme-bridge,disabled_footer_bottom,wpb-js-composer js-comp-ver-5.7,vc_responsive
 

Berani Mati Demi Selfie di Tebing Keraton

Berani Mati Demi Selfie di Tebing Keraton

Pernah berfoto selfie di Tebing Keraton? Bagi yang pernah berkunjung ke sini, tentu sudah tahu kalau salah satu tebing curam yang merupakan area berbahaya di tebing keraton, malah menjadi spot foto paling favorit. Memang tak masuk di akal, area yang diberikan tanda berbahaya untuk menyelamatkan nyawa umat manusia, malah dianggap biasa saja hanya untuk menangkap seulas citra dalam kamera. Miris! ckckck…

Berani Mati Demi Selfie di Tebing Keraton

Mba, mau bunuh diri?

Larangan Duduk di Pagar Pembatas Tebing Keraton

Mas, itu ada tanda dilarang duduk di pagar pembatas, lho!

 

Tengoklah foto-foto di atas, seakan mereka tak peduli dengan keselamatan jiwa dan raga, mereka hanya peduli eksistensi mereka di dunia maya. Apakah seperti ini “wajah” bangsa Indonesia yang kekinian?

*****

Selayang Pandang 

Tebing keraton merupakan salah satu lokasi wisata favorit untuk berfoto di kota Bandung, tepatnya di kawasan taman hutan raya Ir. H. Djuanda, Dago. Dapat ditempuh selama 30 menit perjalanan dari pusat kota Bandung, tapi kalau macet estimasi waktunya tak dapat diprediksi dengan tepat, ya. 😀

Pengaruh media sosial, khususnya Instagram, menjadi faktor utama yang membuat Tebing Keraton menjadi lokasi yang nge-hits banget di Bandung. Pokoknya, kalau kamu jadi mahasiswa di Bandung, saya yakin kamu tergolong mahasiswa KUPU-KUPU tapi berjiwa kepompong kostan kalau belum pernah mampir ke Tebing Keraton.

Cukup banyak akses jalan menuju Tebing Keraton, yang bisa kamu pilih saat berada di daerah Dago Atas. Namun, akses jalan paling cepat adalah melalui jalan masuk ke Tahura Ir. H. Djuanda. Bagi yang tidak punya kendaraan, kamu bisa menyewa jasa ojek setempat, tapi jangan kaget dengan harga yang ditawarkannya, ya. Hehe…

Harga yang ditawarkan tukang ojek setempat, menurut saya agak berlebihan. Alasannya sih karena akses jalan ke Tebing Keraton cukup jauh dan fluktuatif, karena memang masuk kawasan perbukitan. Selain itu jalannya pun terlihat belang, karena disesuaikan dengan strata sosial warga setempat yang tinggal di sepanjang akses jalan: kalau daerah rumah gedongan jalannya hotmix, tapi daerah perkampungan jalannya seadanya saja.

Jalan Hotmix di Tebing Keraton

Orang Kaya, Hotmix Dong!

Jalan Menuju Tebing Keraton

Yang penting bisa dipake lewat

Tiket masuk ke lokasi Tebing Keraton dapat ditebus dengan harga 11 ribu untuk WISNU (lokal) dan 76 ribu untuk WISMAN (asing), kalau mau foto pre-wedding bayar 200 ribu. Tiket masuk ini belum termasuk tiket parkir yang harganya 5 ribu, ya. (Harga ini di tahun 2015, kalau lebih mahal salahkan pengelola. :v)

Tempat Bayar Parkir ke Tebing Keraton Bandung

Tempat Bayar Parkir Tebing Keraton Bandung

 

Harga Tiket Masuk ke Tebing Keraton Bandung

Tempat Beli Tiket Masuk ke Tebing Keraton Bandung

Akses Jalan di Tebing Keraton

Kalau ada di sini berarti sudah bayar. 🙂

 

Ada apa saja sih di Tebing Keraton? Pertanyaan inilah yang membuat saya datang ke sini, dan jawaban telah saya dapatkan yaitu ada tebing dan pemandangan alam khas Dago. Tapi, saya ke Tebing Keraton dalam momen yang tidak tepat, saya berkunjung di saat matahari berada di ubun- ubun dan sudah tak boleh sholat dhuha. :’)

Jadi, kalau kamu mau datang ke sini, datanglah di saat momen sunrise dan sunset, karena kedua momen tersebut bila berlatarkan pemandangan Tebing Keraton, dijamin bikin hasil fotomu semakin keren walaupun kemampuan kameramu hanya 2 megapixels. wkwkwk

Sumber: pergidulu.com

*****

Analisis dan Simpulan

Jujur, berfoto sambil berdiri di atas batu yang ada di ujung Tebing Keraton memang keren banget dan butuh keberanian yang lebih. Tapi, sadarkah kamu kalau perbuatan yang kamu lakukan, ada kemungkinan dapat ditiru oleh orang lain? Baguslah jika orang yang meniru merasa bahagia, tentu kita juga akan mendapatkan pahala. Aamiin.

Namun bagaimana jadinya kalau mereka yang meniru kita malah celaka? Apakah ada nilai pahala yang akan kita dapatkan? Maka dari itu, mari perlakukan media sosial yang kita miliki secara baik dan benar, agar dampak yang akan kita dapatkan pun akan baik dan benar juga. Akhir kata saya tuliskan, semoga postingan ini dapat bermanfaat bagi yang membaca. 🙂

Penjaja Kata

(Visited 614 times, 1 visits today)
24 Comments
  • Nurdin
    Posted at 21:38h, 15 January Reply

    Haha, bunuh diri demi selfie itu asyik. :v

  • reza kurniawan
    Posted at 07:44h, 16 January Reply

    Belum pernah ke sini 🙁 bisi nambah mahal

    Banyaan gengsi yang digedein sih ya 🙁
    Kalo ada korban baru pada sadar. Tipikal banget.
    kamera 2 megapixels nanti banyakan noisenya kak -___-

    • penjajakata
      Posted at 23:54h, 18 January Reply

      Wah iya yah, udah lama gak pake kamera 2 mp jadi lupa rasanya. hehe

  • Hartomo
    Posted at 10:46h, 16 January Reply

    Baru tau, kalo Bandung juga punya tebing keren kaya gini. Tar kalo ke sana, coba saya mampir 🙂

    Tentang selfie, sepertinya memang berlebihan kalau sampai lompat ke pinggir-pinggir tebing seperti gambar di atas

    • penjajakata
      Posted at 23:52h, 18 January Reply

      Iya, berlebihan banget. Tapi nanti kalo ke Bandung jangan sampai ditiru ya, mas. Soalnya banyak banget yang foto kayak begitu. 😀

  • Reza Fahlevi
    Posted at 13:28h, 17 January Reply

    Sering bolal balik jakarta bandung jakarta tapi belum pernah ke sini.

    Pengen banget ada yang nyulik ke tebing keraton hehehe

    • penjajakata
      Posted at 23:51h, 18 January Reply

      Hahaha, sayang gak ada gafatar di tebing keratonnya, bro. Kalo ada kan bisa diculik kayak bu dokter yang di Jogja itu. 😀 #eh

  • Fakhruddin
    Posted at 19:54h, 17 January Reply

    Aahhh itulah, sekarang wisata bukannya meniknati pemandangan tapi menikmati foto pemandangan. Soalnya pas dilokasi wisata semua berjuang mendapatkan foto yg terbaik utk dinikmati dirumah 😀

  • ilham irwinansyah
    Posted at 20:09h, 17 January Reply

    Bulan Desember kemarin gua pergi ke Tebing Keraton dan udah sampai di jalan perkampungan, tapi temen gua malah minta pulang, padahal tinggal sedikit lagi sampai…

    • penjajakata
      Posted at 23:45h, 18 January Reply

      Hahaha, berarti niatnya masih berbentuk oval, bro. :v

  • nurri
    Posted at 12:56h, 18 January Reply

    Itu benar-benar nekat banget, ya cuma demi foto 🙁

    Tapi memang tempatnya bagus banget.. Aku jadi ingin ke sana

    • penjajakata
      Posted at 23:23h, 18 January Reply

      Iya, banyak banget lagi yang kayak gitu. Ayo silakan datang aja, mba. 🙂

  • Horas Silalahi
    Posted at 14:41h, 18 January Reply

    Dan nyatanya masih banyak peristiwa kemalangan yg terjadi hanya demi ber-selfie ria…miris.

  • Naradireja
    Posted at 05:52h, 19 January Reply

    Saya juga baru tahu tebing keraton tuh akhir-akhir ini gara-gara liat di TV. Kalau pas sunrise kayanya indah banget ya, tapi pas siang (liat foto2 diatas) kayanya sama aja kaya perkampungan biasa, terlihat gersang.

    Tebing keraton ini masuknya kota atau kabupaten sih? Kayanya pemda harus serius benahin infrastrukturnya, biar lebih menarik dan menjual sih hehehe

    Untuk urusan yang selfie, biarin aja ah urusan mereka. Kalau mati pun urusan mereka, anggap aja mereka sedang membantu mengurangi populasi orang-orang bego hhe

    • penjajakata
      Posted at 00:53h, 22 January Reply

      Kalo gak salah sih udah masuk bagian kabupaten Bandung barat. Tapi, karena lokasi ditangani oleh pihak perhutani, tentu kebijakan pengelolaan ada di tangan perhutani. Semoga aja deh pihak perhutani dan pemerintahan Bandung Barat bisa bersinergi untuk mengelola tebing keraton dengan lebih baik lagi. Aamiin. 🙂

  • annosmile
    Posted at 18:43h, 19 January Reply

    terakhir ke bandung 5 tahun yg lalu belum ada spot ini..
    menarik juga sepertinya buat berburu foto pas berkabut pagi..
    hmm untuk selfie extreme gitu masih mikir2 :p

    • penjajakata
      Posted at 00:49h, 22 January Reply

      Wah kalo pas kabut pagi paling keren deh di sini, bro. Tapi ya itu, kebanyakan orang2 yang foto di sini “ekspresi” kegembiraannya agak berlebihan. hehe

  • Tips blog Indonesia
    Posted at 04:18h, 22 January Reply

    wew gila itu mbknya berdiri disitu,..hedeh tinggi bangetttt, ane aja serem…

    • penjajakata
      Posted at 19:07h, 22 January Reply

      hahaha, demi bisa dapet foto yang keren, kayaknya keberanian dalam diri si mbaknya langsung membuncah tuh.

  • Izza
    Posted at 18:28h, 22 January Reply

    Dengan adanya sosial media yang begitu hits, banyak orang jadinya yang pengen eksis. Apapun rela dilakuin demi dapet banyak likes dan komentar. 🙂 Salam hangat dari Mind BoX owner…

  • Rizdafaza.blogspot.com
    Posted at 15:49h, 25 January Reply

    Kalo bhya y jngn di lakuin demi ke sehatan eh keslamatn

Post A Comment