Artikel jurnalistik dapat diartikan artikel yang memiliki isi atau muatan yang berkenaan dengan pemberitaan, namun banyak sekali penulis yang belum tepat dalam menulis sebuah artikel jurnalistik, akibatnya tulisannya lebih mirip dengan laporan berita standar saja. Bukan hanya seorang wartawan saja yang bisa menulis artikel jurnalistik, semua orang pasti bisa menulisnya, latihan menulis yang rutin dan mawas diri terhadap berita-berita yang telah dan akan terjadi disekitar kita.

Akan tetapi, sebagai jurnalis yang baik, biasanya seorang wartawan tidak hanya membuat sebuah artikel secara asal-asalan. Observasi dan wawancara menjadi sebuah kewajiban yang harus dilakukan, karena dua hal itu penting dilakukan oleh seorang jurnalis berkaitan dengan tugasnya sebagai mulut bagi mereka yang tidak bisa berbicara, mata bagi mereka yang tidak bisa melihat, dan telinga bagi mereka yang tidak bisa mendengar. Berikut ini adalah sedikit tips singkat untuk menulis artikel jurnalistik yang saya dapatkan dari pelatihan jurnalistik di ITENAS dan  forum diskusi pers kampus di Bandung.

1.      Memahami bahasa jurnalistik yang sederhana, cekatan dan mengena

Cara paling mudah untuk memahami bahasa jurnalistik yang sederhana, cekatan, dan mengena adalah dengan memperlajari sumber referensi dari berbagai media informasi, baik itu cetak, online, maupun televisi.  Pahami bahasa jurnalistik yang ada disetiap media informasi tersebut dengan rumus “Amati, Resapi, dan Tiru”. Amatilah seperti apa gaya bahasa jurnalistik tersebut, resapilah gaya bahasa jurnalistik tersebut, dan tiru lah gaya bahasa jurnalistik tersebut kedalam pemikiran kita. Tiru disini dimaksudkan meniru gaya bahasa jurnalistik, bukan meniru “karya” jurnalistik dari orang lain.

2.      Sebagai acuan menulis artikel jurnalistik, pakailah rumus 5W 1H (What, Who, When, Why, Where, How)

Perumusan ini adalah inti dari menulis artikel jurnalistik, sebuah tulisan yang bermuatan jurnalistik haruslah berisi keterangan-keterangan yang berasal dari perumusan tersebut. Satu contoh misalnya kita akan menulis artikel berita mengenai sebuah acara. Aplikasikan perumusan tersbut untuk membuat artikel berita atau liputan acara, observasi dan wawancara tentu menjadi syarat utama agar perumusan 5W 1 H dapat kita.

3.      Jangan terlalu banyak menggunakan bahasa yang bertele-tele, cukup rumus diatas

Ingat, menulis artikel berita berbeda dengan menulis novel atau puisi, tidak dianjurkan setiap tulisan yang berisi muatan jurnalistik mengandung bahasa yang bertele-tele atau disertai majas-majas yang membuat pembaca kesulitan memahami pesan dari tulisan kita. Tulisan jurnalistik itu bersifat jelas dan mudah dimengerti, tulisan yang jujur sesuai fakta yang terjadi dan bersifat netral, tidak memihak kepada siapapun. Seorang jurnalis memiliki etika yang harus dipenuhi diantaranya jujur dan berdasarkan fakta, tidak menyudutkan seseorang, tidak berbau sara, dan tidak menyiarkan pornografi dan sadisme.

4.      Mulai Menulislah

Gunakan hati dan jadikan mata sebagai kamera, tuangkan yang anda baca dan dengar lewat susunan kata dan kalimat, begitulah singkatnya pondasi dalam menulis artikel jurnalistik. Awali tulisan dengan kalimat yang menarik dan dapat memancing pembaca agar tertarik membaca artikel berita yang kita telah kita tulis, akan tetapi harus tetap sama dengan konotasi berita yang kita angkat didalam tulisan tersebut.

Semoga sedikit tips menulis artikel jurnalistik ini dapat bermanfaat dan dapat membantu pembaca yang ingin menekuni dunia jurnalistik dengan mulai membuat artikel jurnalistik yang sederhana.

Penjaja Kata

(Visited 31 times, 1 visits today)
Tips Menulis Artikel Jurnalistik
Bagikan ke:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *