Apa yang ada di benak Anda saat pertama kali mendengar kata ‘perpustakaan’? Tempat yang sunyi dan suram, atau film remaja Indonesia tahun 2002, Ada Apa Dengan Cinta? Perpustakaan seringkali dianggap sebagai tempat yang sepi, bahkan angker. Akibatnya tidak banyak siswa sekolah yang mau meluangkan waktu di sana. Tidak mengherankan juga minat baca siswa di negeri kita sangat rendah. Bagaimana mau membaca jika ke perpustakaan saja enggan?

Keprihatinan Tanoto Foundation saat mengetahui fakta tersebut, menggerakkan yayasan yang didirikan oleh pengusaha sukses Indonesia, Sukanto Tanoto, tak segan untuk memperbaiki fasilitas perpustakaan atau pun terus menghadirkan sosok-sosok yang kompeten dalam mengelola perpustakaan. Salah satu tujuan dari kegiatan Tanoto Foundation adalah meningkatkan minat baca masyarakat.

Yayasan yang juga didukung penuh oleh keluarga Sukanto Tanoto ini menaungi kegiatan yang dilaksanakan dalam program bernama Pelita Pustaka. Tujuan utamanya adalah agar para siswa lebih mudah mengakses informasi lewat buku dan tertarik mengunjungi perpustakaan.

Sukanto Tanoto (Sumber: sukantotanoto.com)

Untuk mewujudkannya, Tanoto Foundation rutin menggelar beragam pelatihan untuk para pengajar di daerah pedesaan. Salah satunya dilakukan SDN 10 Tasik Putri Puyu di Pulau Padang, Kepulauan Meranti, Riau, pada Selasa (1 November 2016). Di sana, 36 guru dari enam Sekolah Dasar mengkuti pelatihan untuk menjadi Fasilitator Lokal Pelita Pustaka.

Para guru diajari tentang pengelolaan perpustakaan yang baik. Materinya meliputi penataan ruangan, mengatur buku, hingga memberi dekorasi. “Contohnya tata letak buku dan mendekorasi pustaka sekolah harus semenarik mungkin. Untuk meningkatkan daya serap anak terhadap mata pelajaran juga tidak butuh biaya mahal, kami hanya butuh segudang kreatifitas,” ucap Regional Project Officer Tanoto Foundation, Nurul Hasanah kepada Tribun Pekanbaru.

Tujuan jangka panjang dari kegiatan Tanoto Foundation ini adalah menumbuhkan minat baca siswa terhadap buku. Namun, semua mesti diawali dengan pencapaian target jangka pendek, yakni membuat siswa tertarik datang ke perpustakaan karena menarik seperti taman rekreasi. “Terlebih dahulu, kami harus membuat anak untuk tertarik mengunjungi perpustakaan karena menarik. Setelah itu, kami akan menumbuhkan minat bacanya,” kata Nurul.

Sesudah pelatihan, para guru diharapkan dapat segera mempraktikkan materi yang diperolehnya di sekolah masing-masing. Tanoto Foundation juga tetap akan memberi pendampingan kepada para guru dalam mengelola perpustakaan di sekolahnya. Keluarga Sukanto Tanoto memang berusaha keras memperbaiki perpustakaan di berbagai sekolah, khususnya di pedesaan. Mereka tahu persis bahwa buku adalah sumber ilmu. Membaca buku dapat meningkatkan pengetahuan para siswa di pedesaan yang memiliki keterbatasan akses informasi.

Tak heran, Tanoto Foundation begitu konsisten menggelar program Pelita Pustaka. Hingga saat ini, kegiatan Tanoto Foundation telah membangun dan merenovasi 186 perpustakaan, dan menyumbang lebih dari 32 ribu buku sebagai koleksi di berbagai perpustakaan tersebut. Pendiri Tanoto Foundation, Sukanto Tanoto, meyakini pendidikan yang baik merupakan cara untuk memutus kemiskinan di Indonesia. Oleh karena itu, minat baca siswa patut ditumbuhkan sejak dini untuk membuka wawasan mereka, dan menyiapkan mereka untuk menjadi calon pemimpin Indonesia di masa depan.

Penjaja Kata

(Visited 42 times, 1 visits today)
Tanoto Foundation Mengajari Guru Mengubah Perpustakaan Seperti Taman Rekreasi
Bagikan ke:

2 thoughts on “Tanoto Foundation Mengajari Guru Mengubah Perpustakaan Seperti Taman Rekreasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *