Tabung Oksigen – Cerpen. Entah apa yang terlintas dalam pikirku, ketika itu tiba-tiba saja beberapa lembar uang seratus ribu rupiah berpindah dari dompetku ke dompet pemilik toko tabung oksigen. Ya, tabung gas oksigen. Aku tak tahu, apa yang akan diperbuat oleh Ayah dengan tabung oksigen ini.

Nak, tolong belikan Ayah tabung oksigen, ya. Terima kasih.

Begitulah isi pesan singkat dari Ayah, hanya pesan singkat yang berisi perintah. Dan, anehnya, beliau tak membalas pertanyaanku tentang kegunaan tabung oksigen tersebut bagi-nya.

Apakah paru-paru Ayah mulai terganggu akibat hobinya merokok? Lantas membutuhkan bantuan tabung oksigen untuk membuatnya tetap bernafas? 

Prasangka negatif pun terus menyelubungi pikir-ku. Namun, aku berjuang melawannya dengan terus-menerus berdoa meminta kabar baik dari-Nya, agar kondisi Ayah tidak seperti yang Aku pikirkan.

Tanpa berpikir panjang lagi, aku bungkus tabung oksigen yang telah kubeli itu dengan bungkus kado yang menarik dipandang mata. Harapku, dengan bungkus yang menarik ini, kabar menarik dari Ayah pun dapat menjadi balasannya.

Aku pun pergi, menuju rumah Ayah, yang berjarak 150 kilometer dari rumahku. Sesampainya di sana, bukan air mata yang aku rasa, tetapi tawa yang menentramkan rasa.

“Sudah berapa lama Ayah ternak ikan hias?”

“Sudah dua bulan jalan, Nak. Alhamdulillah, baru-baru ini ada yang mau membeli ikan-ikan hias Ayah.”

Ternyata, tabung oksigen yang dipesan oleh Ayah, akan digunakan untuk sumber udara bagi ikan-ikan hias hasil ternak-nya yang akan dijual kepada para pembeli. Di umurnya yang genap 60 tahun, kini Ayah mulai menggeluti kembali hobi masa mudanya: Beternak Ikan Hias. Aku pun senang melihat tawanya saat meladeni para pembeli, walaupun tawanya itu kadang membuat lupa untuk membalas pesan singkat anaknya yang dibuatnya kaget setengah mati.


Penjaja Kata 

(Visited 135 times, 1 visits today)
Tabung Oksigen
Bagikan ke:
Tagged on:                                     

2 thoughts on “Tabung Oksigen

  • June 8, 2015 at 10:05 am
    Permalink

    Sore Mas,

    Cakep Mas cerpen nya. Awal baca fikiran saya karena kesulitan bernafas ternyata ditengah cerita buat oksigen ikan hehe

    Salut imajinasi.

    Reply
    • June 10, 2015 at 7:05 am
      Permalink

      Wah, syukurlah jikalau secarik tulisan saya dapat menghibur. Terima kasih telah sudi membacanya. 🙂

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *