Bangsa dan bahasa, dua hal yang menjadi bagian dari sumpah pemuda Indonesia yang dikumandangkan tanggal 28 Oktober 85 tahun silam. Budaya memang tidak termasuk dalam sumpah pemuda, namun bukan berarti para pemuda Indonesia lepas tangan begitu saja terhadap budaya Indonesia.

Peran serta pemuda dalam pelestarian budaya memang sangat diperlukan. Selain dapat menjadi program regenerasi bentuk budaya yang bersifat intangible, keikutsertaan pemuda sebagai insan kreatif  dan inovatif akan membuat budaya semakin mudah dicerna oleh masyarakat umum.

Penulis sendiri yang memiliki latar belakang mahasiswa teknik, turut ikut serta dalam berbagai kegiatan yang berbau budaya. Saya juga berpartisipasi dengan berapa komunitas berbasis budaya, salah satunya adalah  komunitas Sobat Budaya Indonesia.

Mengapa saya tertarik untuk ikut “berbudaya”? Hal ini berkenaan dengan makna budaya yang komprehensif. Budaya adalah naungan suatu bangsa dan negara, dalam setiap aspek wajib hukumnya mengaplikasikan budaya agar suatu bangsa dan negara memiliki ciri khas.

Budaya bukan hanya berupa sebuah sajian pertunjukan seni saja, seperti kebanyakan orang pahami. Sayangnya pemahaman budaya dewasa ini terlalu dangkal, seyogyanya penanganan budaya memiliki badan pemerintahan tersendiri dan bukan hanya menjadi bagian dari dinas pendidikan ataupun pariwisata.

Agar budaya tidak hanya menjadi bahan ajar di bangku sekolah,  ataupun hanya sekedar bentuk “produksi” destinasi wisata saja. Melainkan menjadikan budaya sebagai landasan hidup dalam berbangsa dan bernegara.

Penulis mencoba mengutip ucapan sang founding father Indonesia, Bung Karno.  Seribu orang tua hanya bisa mencabut Semeru dari akarnya, sementara sepuluh orang pemuda dapat mengguncang dunia.  Jika ditinjau prosentase pengguna internet khusunya media sosial di Indonesia, jumlahnya bukan hanya 10 melainkan 10 juta bahkan lebih.

Lalu apakah yang akan terjadi apabila pemuda yang berjumlah begitu banyak, turut andil dalam pelestarian budaya Indonesia? Sudah tentu hasilnya akan sangat luar biasa. Maka dari itu, menjelang perayaan sumpah pemuda yang ke 86 tahun pada tanggal 28 oktober mendatang. Penulis sebagai pemuda Indonesia, mengajak seluruh poetra-poetri Indonesia untuk menjoenjoeng tinggi boedaya. Boedaya jang satoe, boedaya Indonesia. Sumpah budaya!

Salam budaya,
Sandra Nurdiansyah a.k.a Penjaja Kata.

(Visited 12 times, 1 visits today)
Soempah Boedaya
Bagikan ke:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *