Semangat “I Love Monday”. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga, sebuah peribahasa yang mengandung arti hanya karena kesalahan kecil yang nampak tiada artinya, seluruh persoalan menjadi kacau dan berantakan. Begitu pula jadinya apabila seseorang memiliki stigma mengenai hari Senin, yang sering kali dilukiskan sebagai yang penuh depresi dan kecemasan. Tentu perasaan-perasaan negatif akan terasa juga di hari-hari berikutnya dalam satu pekan.

Bukankah begitu? Bukan? Oh ya, saya salah mengajukan kalimat tanya. Pasti kah begitu? Pasti? Ya, benar. πŸ™‚

Arvan Pradiansyah, seorang Happines Inspirer, mengajak kita untuk mengubah paradigma dalam bekerja dan bisnis, dengan cara mencintai hari Senin. Hari Senin merupakan simbolisasi dari niat atau pondasi yang menjadi barometer kesuksesan dalam bekerja dan bisnis. Hal ini ia tuangkan dalam buku berjudul I Love Monday, yang diterbitkan oleh Penerbit Kaifa, anggota penerbitan buku di PT. Mizan Pustaka.

Setiap orang berbeda-beda dalam melihat pekerjaannya masing-masing, ada yang melihatnya sebagai tumpukan tugas (job), sebuah karir (career), atau sebuah panggilan (calling). Perbedaan setiap orang dalam melihat pekerjaan, ditentukan oleh rasa cinta masing-masing orang terhadap pekerjaanya. Ternyata, rasa cinta terhadap pekerjaan dari setiap orang, dapat dilihat dengan cara memperhatikan semangat kerjanya di setiap hari Senin.

Semakin bermalas-malasan seseorang untuk beraktivitas di hari Senin, semakin menujukkan bahwa dia tidak memiliki rasa cinta terhadap pekerjaannya. Padahal, pekerjaan merupakan salah satu bentuk ibadah dari seorang manusia kepada Allah Swt. Apabila ia lalai dalam bekerja, tentu ia lalai juga dalam beribadah kepada-Nya.

Tentu kamu pun tidak mau lalai dalam beribadah kepada Allah Swt., ‘kan? Maka dari itu, munculkanlah perasaan positif setiap kali mengerjakan pekerjaan apapun. Perasaan positif terhadap pekerjaan menyatukan badan dan pikiran di satu tempat, menciptakan rasa bahagia, memunculkan manfaat bekerja bagi orang lain, dan membuat rasa berharga dan bermakna.

Buku I Love Monday, bukanlah mengajak kita untuk lebih mencintai hari Senin daripada hari-hari lainnya, tetapi akan mengajak kita untuk menemukan panggilan jiwa dan menghidupkan semangat dalam bekerja dan bisnis yang sempat hilang. Β Jangan baca buku I Love Monday, apabila kamu tidak mau bersemangat setiap pagi dan berangkat ke tempat kerja dengan gembira dengan penuh cinta.Β πŸ˜€

Penjaja Kata
(Publish on www.mizanpustaka.com)

(Visited 185 times, 1 visits today)
Semangat "I Love Monday"
Tagged on:                             

3 thoughts on “Semangat "I Love Monday"

  • June 11, 2015 at 2:36 am
    Permalink

    yes! I love Monday πŸ™‚
    cool sharing!, kelihatannya buku yang keren ini!
    & salam menulis dan kenal juga πŸ™‚

    Reply
    • June 13, 2015 at 8:17 am
      Permalink

      Ya, bukunya memang keren dan inspiratif, sangat direkomendasikan deh. Salam menulis & salam kenal balik. πŸ™‚

      Reply
      • June 14, 2015 at 12:23 am
        Permalink

        sip dech sob!! :))

        Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *