Selamat Jalan Angeline, Selamat Jalan Timnas Indonesia U-23, dua kisah yang kompak membuat masyarakat di se-antero Bumi Pertiwi mengharu-biru. Tidak usah dijelaskan kasus Angeline yang masih belum tuntas, karena masyarakat pun dapat dengan mudah mengonsumsi beritanya setiap hari yang up to date di berbagai media massa. Terlepas dari pemberitaan-pemberitaan tersebut yang terlalu sensual, yang tidak saya lihat sebagai berita jurnalistik, melainkan berita “peninggi traffic“. Saya pribadi berdoa dalam diam: Semoga Angeline merasakan ketenangan dalam perjalanannya menuju Tuhan, dan semoga ia mendapatkan kedudukan terbaik di sisi-Nya. Aamiin Allahumma Aamiin.

Begitulah kasus pembunuhan Angeline, dengan segala teka-teki-nya, membuat mata dan otak masyarakat dilanda rasa penasaran untuk mengetahui seluk-beluk kasus tersebut. Tidak jauh berbeda, nasib tragis pun menghinggapi timnas Indonesia U-23 yang terkenal dengan tiki-taka-nya, digilas lima gol tanpa balas dua kali berturut-turut oleh negara yang pernah dijajah oleh Kerajaan Sriwijaya dan negara pasukan barisan Viet Cong atau terkecap di lidah orang Indonesia dengan sebutan Vietkong, yang pernah mengadopsi strategi perang gerilya-nya Indonesia: Thailand dan Vietnam.

 

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Ayutthaya di Thailand
Ayutthaya Sriwijaya di Thailand (Sumber: wikipedia.org)
vietkong atau viet cong
Viet Cong a.k.a Vietkong (Sumber: merdeka.com)

Pupus sudah harapan pemain dan masyarakat Indonesia, untuk mendulang emas ataupun perunggu Sea Games 2015 di cabang sepak-bola. Timnas Indonesia memang sudah tampil mengesankan, namun ekspetasi besar untuk meraih emas yang disematkan kepada para Garuda Muda terlalu berat, Bung. Sedikit menilik tren perhiasan yang melanda masyarakat Indonesia batu mulia bin akik, bukan perhiasan emas ataupun perunggu, seyogyanya masyarakat harus memberikan ekspetasi kepada Timnas Indonesia untuk mendulang batu akik saja toh. Ya, supaya tidak merepotkan para pemain di dalam lapangan dan  para pemain di luar lapangan yang masih berseteru itu lho. 🙂

Lah wong lebih gampang mendulang batu akik daripada emas, ‘kan? Jarang-jarang lho ada orang yang nemu emas terkubur di bawah trotoar jalan, halaman rumah, petilasan, atau kuburan. Tapi batu akik, ajaibnya bisa ditemukan di mana-mana. :v

Aneka Jenis BATU AKIK Yang Hits
BATU AKIK (Sumber: bendapusaka.blogspot.com)

Anda tertawa? Jangan! Walaupun Anda menilai tulisan saya memuat nilai canda yang dapat memancing tawa, ingatlah bahwa negara kita adalah negara hukum. Dan, tertawa di saat orang lain tengah berduka itu hukumnya dosa lho. Kalaupun ada sebait tulisan saya yang agak sedikit mengalami kecacatan, saya sengaja memasukannya agar para pembaca dapat merasakan dua macam emosi yang dapat merangsangnya untuk berpikir lebih kritis dan taktis.

Kritislah dalam menganalisis dan mengevaluasi segala macam informasi yang Anda tangkap, jangan buat segala macam informasi tersebut memantul tanpa tersaring dalam diri Anda. Kebejatan manusia yang semakin menjadi-jadi di abad ke-21, tentu bukan terjadi tanpa sebab. Ada kondisi yang salah dalam mengonsumsi informasi dalam pemikiran masyarakat modern. Entahlah apa yang salah, namun bagi saya keseimbangan antara dua akronim kata IPTEK dan IMTAQ yang dulu saya temukan di bangku sekolah, tidak pernah saya temukan keseimbangan dan kesetimbangan-nya.

Taktislah dalam menentukan target hidup, jangan membangun harapan atau ekspetasi yang di luar kemampuan yang Anda miliki. Lihatlah kasus pembunuhan Angeline yang belum jelas itu, kasus harta begono-begini dan uang 2 milyar menjadi sorotan utama, sudah sangat jelas kasus ini dilatarbelakangi oleh nafsu badaniah yang selalu lapar akan harta dunia. Lihatlah kasus kekalahan Timnas Indonesia U-23 yang terlalu lelah karena beban di pundak dan jidat mereka terlalu berat: Harapan seluruh masyarakat Indonesia untuk selalu menjadi juara, rencana pembubaran Timnas U-23 mengikuti pembubaran Timnas U-167 dan U-19, dan juga klub sepak-bola tempat mereka mencari nafkah yang sudah mulai membubarkan diri di tanah sendiri.

Nah, begitulah unek-unek yang memenuhi sebagian kecil dalam ruang pikiran saya, akhirnya tumpah sudah dalam barisan kata yang saya postingkan di blog ini. Semoga saja tidak ada yang merasa mual dan muntah setelah membaca tulisan ini, karena saya tidak memiliki cukup banyak waktu luang. Ya, obat mual dan muntahnya adalah diskusi langsung dengan saya. Tertarik? 😀

Akhir kata kembali saya ucapkan: Selamat jalan Angeline dan Timnas U-23, pulanglah dengan tenang, pulanglah ke tempat tujuan kalian masing-masing.

Penjaja Kata

 

(Visited 18 times, 1 visits today)
Selamat Jalan Angeline, Selamat Jalan Timnas Indonesia U-23
Bagikan ke:

One thought on “Selamat Jalan Angeline, Selamat Jalan Timnas Indonesia U-23

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *