Rencana Liburan di Solo bersama Bayi Tercinta - Penjaja Kata
4626
post-template-default,single,single-post,postid-4626,single-format-standard,bridge-core-1.0.4,ajax_fade,page_not_loaded,,qode_grid_1300,qode-theme-ver-18.0.9,qode-theme-bridge,disabled_footer_bottom,wpb-js-composer js-comp-ver-5.7,vc_responsive
 

Rencana Liburan di Solo bersama Bayi Tercinta

Rencana Liburan di Solo bersama Bayi Tercinta

Solo, kota yang memiliki julukan “Spirit of Java”, kota yang menjadi cikal bakal berkembangannya peradaban di tanah Jawa. Kota ini menjadi salah satu kota yang ingin saya kunjungi di Jawa Tengah, bahkan terlalu sering Solo masuk ke dalam list perjalanan namun hanya sekadar list belaka.

Saya terhitung sering sekali berkunjung ke Yogyakarta, kota yang jaraknya tak terlalu jauh dari Solo, hampir empat sampai lima kali dalam satu tahun saya berkunjung ke Yogyakarta dan di setiap kunjungan saya ke sana selalu terbesit pikiran ‘Wah… Asik nih kayaknya kalo lanjut ke Solo’.

Baca Juga: Persiapan Hunting Rujak Cingur dan Kuliner di Surabaya

Apalagi hanya satu kali naik prameks saja untuk sampai ke Solo, tapi entah mengapa traveling itu terasa seperti sebuah tugas, kita harus fokus untuk mengerjakannya satu per satu, tidak boleh jadi ‘Kutu Loncat’ yang mengerjakan satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya.

Untuk itulah saya putuskan untuk melakukan traveling khusus ke Solo, tentu setelah istri saya melahirkan dan anak saya sudah bisa diajak liburan ke luar kota. Yup, alhamdulillah saya dan istri diberikan kepercayaan untuk langsung memiliki anak setelah menikah di bulan Agustus 2018.

Coming Soon

Sebenarnya, kami sudah merencanakan akan traveling ke beberapa kota di Indonesia setelah halal, kami pun sempat ingin ‘menunda’ untuk memiliki anak. Namun salah satu kakak ipar saya mengingatkan bahwa, “Anak itu rezeki lho, masak rezeki ditolak”, bener banget sih, iya kan?

Maka dari itu, rencana liburan berdua pun kami akan ubah menjadi rencana liburan bertiga, bersama anak kami yang akan segera lahir dan setelah dia bisa diajak traveling ke luar kota tentunya, ya setelah usianya di atas 3 bulan lah.

Itenarary pun segera saya susun dari sekarang, tempat-tempat yang dicari tentulah tempat yang ramah bayi, mungkin kami tidak akan “berpetualang” layaknya saat masih lajang dulu, paling hanya sekadar menikmati destinasi wisata dalam kota dan mencicip beberapa khazanah kuliner yang khas dan pasti Solo banget.

Sumber: Liputan6.com

Keraton Kasunanan Surakarta masuk ke dalam radar perjalanan saya dan keluarga nanti di Solo, selain berada di area pusat kota Surakarta, saya pun ingin merasakan atmosfer antara keraton yang ada di Yogyakarta yang sering saya kunjungi dengan keraton yang ada di Solo.

Tentu akan sangat banyak perbedaan yang bisa saya temukan, saat saya lihat-lihat fotonya di Google maupun Instagram, banyak sekali detail interior yang berbeda antara keraton di Solo dengan keraton di Yogyakarta. Kalau di Yogyakarta gaya interior nya sangat kental dengan nuansa Hindu, berbeda dengan keraton di Solo yang gaya interior nya lebih mirip dengan bangunan-bangunan Eropa.

Ya, cukup itu saja yang saya cari tahu, tentu saya ingin mencari tahu lebih lanjut saat telah traveling ke sana dong, karena walau sebanyak apa pun kita mengetahui berbagai informasi dari Google, tetap saja rasanya kurang srek apabila kita tidak merasakan langsung sumber informasi tersebut dengan semua indera kita. hehehe

Untuk wisata kuliner ada beberapa spot menarik yang saya ingin kunjungi, salah satunya tentu kuliner yang sudah melekat banget branding Solo-nya yaitu Srabi Notosuman. Campuran tepung beras dan santan yang dimasak di atas cetakan di atas tungku-tungku kecil khas Solo ini memang wajib banget dicoba oleh wisatawan yang berkunjung ke Solo.

Sumber: wikipedia.org

Walaupun saya sendiri hampir sering mencoba surabi (Srabi versi orang Sunda) yang ada di dekat rumah saya, namun tetap saja penasaran rasanya ingin mencicipi ‘kabar burung’ yang menyebutkan kelezatan dari Srabi Notosuman. Kabar burung? Ya, saya kebetulan pernah baca artikel liputan tentang Srabi Notosuman di Liputan 6 dan merasa ngiler dibuatnya, cuma kan kalau belum nyobain langsung kabar burung namanya. 😀

Untuk saat ini baru kepikiran dua tempat itu saja, sih. Entah kenapa ya, menjelang punya anak rasanya agak sedikit malas untuk mencari informasi wisata, tapi gairah untuk berwisata cukup tinggi. Mungkin karena faktor sudah berkeluarga kali ya, jadi banyak yang harus saya pikirkan, untuk urusan wisata mungkin saya telah masuk ke dalam target pasar agen-agen wisata. 🙂

Demi perencanaan wisata yang baik selama di Solo, sepertinya saya akan cari paket tour Solo yang lengkap dan sesuai dengan waktu dan budget. Adakah yang punya informasinya? Boleh dong share di kolom komentar ya. 😀

(Visited 27 times, 1 visits today)
No Comments

Post A Comment