Aku terjebak di dalam polisemi kata “TITIK”.

Dalam pandangan bahasa, titik menjadi tanda berhenti.
Dalam pandangan teknik, titik menjadi tanda dot product (perkalian titik).
Dalam pandangan musik, titik menjadi tanda tinggi-rendahnya suatu nada.
Dalam pandangan cinta, titik menjadi tanda awal manusia melebur dalam dimensi waktu.

Penjaja Kata​

(Visited 29 times, 1 visits today)
Polisemi Kata Titik
Bagikan ke:
Tagged on:                                         

7 thoughts on “Polisemi Kata Titik

  • February 21, 2015 at 5:01 am
    Permalink

    Ya, karena titik bisa diartikan lain. πŸ™‚

    Reply
    • February 21, 2015 at 5:12 am
      Permalink

      Ya, betul. Titik memiliki segudang arti, tapi hanya punya satu jati diri. πŸ˜€

      Reply
      • February 21, 2015 at 5:32 am
        Permalink

        Berbentuk bulat dengan warna penuh. πŸ˜€

        Reply
        • February 21, 2015 at 5:38 am
          Permalink

          Cerdas! πŸ˜€

          Reply
          • February 21, 2015 at 5:39 am
            Permalink

            πŸ™‚

    • December 27, 2015 at 8:26 pm
      Permalink

      Ah, suka becanda aja, itu cuma hasil copy paste dari buku diary saya aja. :v

      Terima kasih sudah berkunjung. πŸ™‚

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *