Perjuangan Menikmati Keindahan Atuh Beach di Nusa Penida - Penjaja Kata
4692
post-template-default,single,single-post,postid-4692,single-format-standard,bridge-core-1.0.4,ajax_fade,page_not_loaded,,qode_grid_1300,qode-theme-ver-18.0.9,qode-theme-bridge,disabled_footer_bottom,wpb-js-composer js-comp-ver-5.7,vc_responsive
 

Perjuangan Menikmati Keindahan Atuh Beach di Nusa Penida

Perjuangan Menikmati Keindahan Atuh Beach di Nusa Penida

Nusa Penida menjadi salah satu daya tarik wisata terbaik di Bali, saya bersama istri sudah merasakannya sendiri lho. Walaupun harus menempuh perjalanan kembali satu sampai dua jam dari Pantai Sanur dengan menggunakan Jet Ski, tetapi perjuangan tersebut pun terbayarkan bahkan saat pertama sampai di dermaga. Eh, satu lagi, pemandangan dalam Jet Ski pun indah juga kok, banyak bule-bule cantik yang setiap hari hilir mudik ke Nusa Penida juga. #eh

Pantai yang masih bersih dan jernih, bahkan sudah terlihat jelas dari dermaga atau sesaat setelah turun dari Jet Ski. Selain itu hal menarik dari Nusa Penida pun kami dapatkan tak jauh dari dermaga, ternyata di Nusa Penida banyak warga yang menyewakan kendaraan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

Baca Juga: Rencana Liburan di Solo bersama Bayi Tercinta

Karena kami berangkat berdua dan kami membutuhkan “tantangan” yang lebih dalam perjalanan di Nusa Penida ini, kami pun memilih menyewa motor. Harga sewa motor di sini kisaran 80-100 ribuan, barangkali mau ke sini jadi tahu kalau mau nawar berapa ya.

Ya, walaupun motor-motor yang disewakan di Nusa Penida tergolong motor-motor tua, tapi tetap asik lah dibawa berkeliling juga. Oh iya ada satu info menarik mengenai motor di Nusa Penida, kalau motor yang kamu sewa mogok atau rusak di satu titik yang agak jauh dari titik kota Nusa Penida, kamu bebas membiarkan motor itu sembarangan lho. wkwkwk

Emang bener? Beneran lho, informasi ini kita dapatkan dari warga setempat, katanya sih semua warga di sini sudah pada tahu dengan motor-motor dari warga lainnya di Nusa Penida. Jadi kalau ada motor rusak yang terbengkalai begitu saja, warga setempat tahu akan menghubungi siapa pemilik motor rusak tersebut. Terus gimana kalau ada yang mau mencuri motor? Ya realistis lah, para warga aja pada saling tahu motornya satu sama lain, terus akses ke Bali pun hanya dari satu dermaga, gimana caranya coba. hehehe

Lanjut bercerita lagi ya, setelah mendapatkan motor saya pun lanjut menuju hotel tempat saya akan menginap. Jauh? Betul, dari dermaga menuju hotel saya tempuh sekitar 1 jam, tepatnya menuju ke arah timur Nusa Penida. Saya lupa lagi nama hotelnya apa, tapi intinya konsep menarik sih, hotelnya memang rumah panggung tapi interior dan set kamar tidur + kamar mandi nya sekelas hotel bintang 3 lho.

Karena kami akan pulang keesokan harinya, kami pun lanjut ke Atuh Beach sesaat setelah sampai di hotel, kurang lebih sekitar jam 1 siang. Kenapa ke Atuh Beach? Ini karena masukan dari penjaga hotel sih, tadinya kita berencana ke Angel Billabong, tapi katanya jalanannya rusak dan jam tempuhnya pun sekitar 3 jam, kami pun memutuskan menuju Atuh Beach yang jaraknya tidak terlalu jauh. Sekitar 1 jam perjalanan kalau tidak salah.

Jalanan di Nusa Penida itu khas banget lho, liak liuk dengan nuansa perbukitan. Selama perjalanan cukup enjoy, apalagi terkadang kami suka “iseng” menyapa bule yang menggunakan motor dan berpapasan dengan kami. Ya, walaupun enggak akan nyambung kalau diajak ngobrol, intinya SKSD dulu lah siapa tahu dapet calon investor. wkwkwk

Baca Juga: Memilih Destinasi untuk Babymoon di Bali

Kondisi jalan yang semula lancar tanpa hambatan, tiba-tiba jadi lebih terjal sesaat sebelum sampai ke Atuh Beach. Dengan kondisi motor yang sering mengeluarkan bunyi-bunyian aneh, kadang suka muncul rasa takut sendiri gimana jadinya kalau motor kita mengalami gangguan dan kita stuck di pertengahan perjalanan. Dari hotel jauh, ke tempat tujuan pun belum sampai.

Tapi alhamdulillah motor yang kami kendarai bisa diajak bekerjasama dengan baik menuju Atuh Beach, namun ada hal yang butuh perjuangan lagi ternyata setelah sampai di Atuh Beach. Apa coba?

Ternyata, akses jalan menuju pantainya tidak semudah perjalanan dari hotel ke parkiran motor Atuh Beach. Kami masih harus berjalan kaki menuruni perbukitan Atuh Beach yang menjadi pintu masuknya. Ya, dengan sisa tenaga yang ada kami mencoba untuk turun, tapi kenyataannya kami hanya sanggup berhenti di warung yang ada di bagian tengah-tengah perjalanan.

Agar tidak pulang dengan tangan hampa, kami pun foto di sini, ya foto di atas diambil tak jauh dari warung tadi. Ya setidaknya ada dokumentasi untuk jadi bukti otentik bahwa kami pernah ke Nusa Penida. 😀

Setelah puas di Atuh Beach kami pun pulang ke hotel dan menikmati malam dingin di Nusa Penida, kami tidur tak terlalu larut karena tak ingin ketinggalan jam terbang pulang di bandara Ngurah Rai. Yup, memang perjuangan banget sih kalau traveling ke Nusa Penida dalam waktu singkat, cuma ya bagaimana lagi kerjaan menumpuk menunggu di Bandung.

Belum lagi bandara Ngurah Rai belum memiliki layanan kereta api bandara seperti KLIA Ekspres yang bisa kita pesan di situs Traveloka, jadi kita mesti hati-hati banget dengan manajemen waktu dalam itenarary yang dibikin, jangan sampai ketinggalan pesawat apalagi sampai bikin pesawat telat terbang. hehehe

Ya cukup segitu dulu untuk cerita kali ini ya, btw ini plot ceritanya mundur dan nanti akan ada cerita lebih lanjutnya lho. Ditunggu aja ya!

Penjaja Kata

(Visited 27 times, 1 visits today)
No Comments

Post A Comment