Pabila, Penjaja Kata.

Pabila bintang dan bulan telah hilang dari anatomi malam
Pabila hangat telah hilang dari pijar matahari
Pabila hujan adalah derai air mata
Pabila pelangi hanya tinggal warna
Pabila senja tak sempat kukecup
Pabila fajar tak sempat kukecap
Pabila nafas telah hilang dari selaput paru

Ingatlah,
cinta  ‘kan selalu hadir bagai buih dalam ombak
cinta ‘kan selalu ada, walau kau coba menghilangkannya
cinta ‘kan selalu ada, sampai Tuhan bersedia menghilangkannya

Bandung tjoret, 20-07-14
Manusia kerdil

(Visited 14 times, 1 visits today)
Pabila
Bagikan ke:

0 thoughts on “Pabila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *