10 – 1 = 19 ?

Pernahkah anda dengar dalam hadis bahwa barangsiapa yang mengamalkan ilmunya maka Allah SWT akan menambahkan ilmu kepadanya? Memang kata-kata tersebut sulit dicerna apabila kita berfikir secara dangkal, mungkin kita akan berfikir disaat kita mengamalkan ilmu kita dengan serta merta Allah SWT memasukan ilmu-ilmu baru kedalam otak kita. Namun akan berbeda hasilnya jika berfikir logis dan kita coba analisis kata-kata tersebut dan alangkah baiknya bila kita pun bisa melakukanya agar kitapun bisa langsung merasakan efek yang ditimbulkannya.

Coba kita perhatikan cerita berikut : “Fullan adalah seorang mahasiswa dari salah satu kampus di kota B, dia aktif dalam bidang yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Suatu ketika ada salah seorang dosen yang menawarinya untuk menjadi seorang asisten, tanpa berfikir panjang dia pun menyetujui tawaran dari dosen tersebut walaupun memang itu adalah pengalaman baru bagi dirinya.

Dalam tugasnya tersebut dia mengemban tugas untuk mengisi kuliah responsi dari dosen tersebut, maka dari itu dia pun mulai banyak mencari sumber referensi tentang mata kuliah yang diberikan dosen tersebut dan bagaimana cara menjadi seorang pengajar juga public speaking yang baik agar dalam proses mengajarnya nanti pun akan berdampak baik bagi para audience disaat kuliah nanti .

Berbagai sumber referensi telah dia dapatkan dari berbagai media. Baik dari internet, buku, dan juga belajar dari pengalaman orang-orang yang berkutat dalam bidang yang ia cari. Setelah dia merasa bahwa apa yang dia butuhkan sudah cukup memadai, dia pun siap untuk mulai mengajar di kuliah reponsi tersebut”

Apa yang anda dapat dari cerita tersebut? Dapatkah anda mengkaitkan cerita itu dengan sepenggal hadis di atas? Ya, dapat kita simpulkan bahwa disaat si Fulan tersebut diberikan amanah oleh salah seorang dosen untuk mengajar kuliah responsi itu adalah jalan yang Allah SWT berikan kepada si fullan untuk bisa mengamalkan ilmunya. Hadis tersebut pun berkaitan dengan perhitungan matematika sedekah yang menerangkan ketika kita memberi maka kita akan mendapatkan lebih banyak.

Lalu bagaimana Allah menambah ilmu kepada si Fullan? Coba kita perhatikan kembali cerita tadi, disaat si Fullan mencari berbagai sumber referensi sebagai bahan ajar secara tidak langsung itulah cara Allah SWT menambahkan ilmu bagi si fullan tadi. Nah, maka dari itu tidak ada salahnya selain kita menuntut ilmu kita sisihkan waktu kita untuk kerja part time untuk mengamalkan ilmu yang telah kita dapat, tapi harus ditekankan bahwa dalam mengajar kita pun harus memiliki sifat ikhlas dan tanpa pamrih.

Jangan pernah mengharapkan balasan apalagi bayaran atas apa yang telah kita lakukan dalam mengamalkan ilmu kita, walaupun ilmu yang telah kita dapatkan itupun tidak gratisan bahkan mungkin harus membayar sangat mahal. Niatkan karena Allah SWT saja, insya Allah andapun akan merasakan kenikmatannya baik didunia maupun akhirat. Sungguh banyak dan berlimpah nikmat yang Allah berikan untuk seluruh umat manusia didunia, namun karena kurang memaknai seluruh aspek yang ada didunia ini terkadang kita lupa bersyukur atas apa yang Allah SWT berikan untuk kita. Jazakallah..

Penjaja Kata

(Visited 17 times, 1 visits today)
Mengamalkan Ilmu = Menambah Ilmu?
Bagikan ke:
Tagged on:                         

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *