Lontong Garasi Khas Cianjur. Berkunjung ke Cianjur, mengunjungi lokasi-lokasi favorit seperti Situs Megalitikum Gunung Padang, memang menjadi tujuan utama setiap orang yang singgah di kota beras. Akan tetapi, tak lengkap rasanya bila kita singgah di suatu daerah, tetapi tidak menyempatkan diri untuk memanjakan lidah dengan keaneka-ragaman kuliner setempat.

Lontong garasi merupakan salah satu tujuan para penikmat kuliner yang sedang berkunjung ke Cianjur. Bertempat di jalan Dewi Sartika, Lontong Garasi menempati sebuah bangunan yang awalnya difungsikan sebagai garasi sejak 30 tahun lalu, bangunan ini pula yang menjadi cikal-bakal lahirnya nama Lontong Garasi.

Namun, pada pertengahan bulan Oktober 2015, gerai penjualan Lontong Garasi sudah berpindah tempat ke bangunan yang berbentuk ruko yang ada di seberang gerai pertamanya. Gambar di atas merupakan lokasi baru dari gerai penjualan Lontong Garasi, sedangkan untuk gerai yang lama bisa dilihat pada gambar di bawah ini:

 

Gerai Awal Lontong Garasi Cianjur

Lalu, apakah nama “garasi”-nya diganti menjadi ruko? Ternyata, tidak. Saat saya mencoba mengonfirmasi kepada sang pemilik, jawabannya itu sama dengan jawaban dari Mas Tuhan yang tidak mau mengganti namanya walaupun diberi uang 1 triliun. wkwkwk ….

Intinya, kepindahan gerai Lontong Garasi merupakan sebuah bentuk perluasan lapak penjualan, tujuannya sudah tentu demi menjaring lebih banyak konsumen, dan juga demi memberikan rasa nyaman kepada konsumen. Konsumen kan raja, masa iya raja mau makan di garasi, kan? Hahaha …

 

Berbicara mengenai citarasa, Lontong Garasi memiliki paduan rasa yang cukup mengesankan. Pernah mencicipi rasa kuah putih dengan rasa gurih santan khas ala Soto Betawi? Tentu tahu bagaimana rasa kuahnya, kan? Kuah Lontong Garasi memiliki rasa yang hampir sama dengan kuah pada Soto Betawi.

Lontong_Garasi_Cianjur_-_Kuliner_Khas_Cianjur[1]

Lontong Garasi ini disajikan dengan dua jenis kerupuk ,yang memberikan dua buah fenomena di mulut. Untuk lontongnya sendiri dibuat tidak terlalu asin, sehingga rasa kuahnya yang gurih dan sedikit manis dapat berpadu elok dengan lontong saat berada di mulut kita.

Pengen ada sensasi asin-asinnya? Tenang, disediakan juga emping melinjo yang bisa kita nikmati, bersama dengan hidangan Lontong Garasi untuk menambah sensasi asin di mulut. Tapi hati-hati bagi yang memiliki kolesterol tinggi, di sini tidak disediakan asuransi jika terjadi hal yang tidak diinginkan kepadamu, lho. :v

Gurih dan lezatnya Lontong Garasi ini dapat kita tebus dengan harga 12 ribu rupiah, harga yang cukup murah untuk menikmati salah satu kuliner khas dari kota Cianjur. Pengen lebih murah? Bilang aja beli setengah porsi, pasti deh harganya bakalan lebih murah. Hahaha …

Gerai Lontong Garasi memang tidak se-terkenal rumah makan Alam Sunda Cianjur, yang pada dinding di kiri dan kanannya sudah dipenuhi oleh figura+ foto banyak artis yang sudah makan di tempat tersebut. Hanya ada satu orang artis dan satu orang politisi yang berkunjung ke gerai Lontong Garasi, kebetulan mereka pun adalah sepasang suami-istri, yaitu Ingrid Kansil dan Syarif Hasan.

Artis dan Politisi Yang Berkunjung Ke Gerai Lontong Garasi

 

Jadi, kalau kamu berkunjung ke Cianjur, jangan cuma beli tauco dan asinan salaknya aja, ya. Cobain juga menikmati citarasa dari Lontong Garasi. Biar apa? Ya biar postingan ini berkah lah karena bisa bermanfaat buat pembaca dan pemilik gerai Lontong Garasi. 😉

 

Penjaja Kata 

(Visited 189 times, 1 visits today)
Mencicipi Gurih dan Lezatnya Lontong Garasi Khas Cianjur
Bagikan ke:

4 thoughts on “Mencicipi Gurih dan Lezatnya Lontong Garasi Khas Cianjur

  • December 9, 2015 at 8:33 pm
    Permalink

    Anterin ke sini, a. 😉

    Reply
  • December 13, 2015 at 4:20 pm
    Permalink

    Wah kuahnya sama kaya soto betawi? Jadi penasaran gimana rasanya nih

    Reply
  • December 23, 2015 at 8:41 pm
    Permalink

    Namanya unik. Ini lontong garasi semacam lontong sayur apa gimana sih, kok kuahnya mirip kuah soto betawi?

    Reply
    • December 23, 2015 at 9:05 pm
      Permalink

      Kalo dalemannya sih emang sejenis lontong sayur, nah kuahnya itu rasa gurih-gurihnya itu mirip soto betawi. Cobain deh bikin di Semarang, eh Blora. 🙂

      Makasih udah mau maen ya. 😀

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *