Fotografi; bukan hanya sekedar seni membingkai citra, melainkan seni membingkai cerita di dalam sebuah citra. Secara psikologi, setiap momen yang diabadikan di dalam sebuah foto memiliki cerita yang dapat memunculkan emosi pada manusia. Apabila momen yang membahagiakan dibingkai dalam sebuah foto, sudah tentu orang yang melihat akan merasakan kebahagiaan, begitu pun sebaliknya.

Semakin mahal harga kamera, maka semakin berkualitas pula foto yang dihasilkan. Hal ini memang benar, tetapi dalam seni fotografi kemampuan fotografer yang lebih diutamakan daripada kamera yang digunakan. Berkarya menggunakan kamera ponsel pun sah-sah saja untuk dilakukan, asal kita mau terus-menerus melatih kemampuan dalam seni fotografi, tentu hasilnya tidak akan kalah bagus dari hasil kamera profesional.

Dewasa ini, produksi ponsel berkamera sudah menjamur dan masuk menjadi daftar salah satu barang konsumsi bagi masyarakat Indonesia. Bahkan, hadirnya ponsel berkamera standar dengan harga ratusan ribu dan dibelai pula dengan sistem android, kini membuat masyarakat dengan strata ekonomi rendah pun dapat memiliki dan menikmati ponsel berkamera dan menggunakan sistem android.

Seiring dengan fenomena tersebut, bermunculan pula berbagai aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan untuk mengolah ataupun mempublikasikan karya fotografi dari ponsel. Aplikasi-aplikasi tersebut menawarkan keunggulan dan kekhasannya yang dimilikinya, baik dari segi fungsi maupun harga. Dari sekian banyak aplikasi yang bejibun di berbagai Google Playstore, sebagai salah satu app store yang paling banyak digunakan, muncul nama Jepret Story.

Jepret Story Juara 1 Lomba Indonesia Next Apps

Jepret Story adalah aplikasi asli buatan dalam negeri dan satu-satunya aplikasi yang mengadopsi konsep berbagi cerita melalui karya fotografi. Mengadopsi konsep berbeda dari konsep aplikasi foto lainnya, khususnya aplikasi sejenis yang difungsikan untuk mempublikasikan foto, membuat Jepret Story meraih juara pertama dalam lomba Indonesia Next Apps yang diselenggarakan oleh Samsung dan Telkomsel.

Selain itu, Jepret Story terkoneksi dengan beberapa media sosial populer yang sering digunakan untuk mempublikasikan foto seperti Instagram, Facebook atau Twitter. Akan tetapi, kehadiran Jepret Story bukanlah menjadi pesaing brand-brang besar tersebut, melainkan menjadi aplikasi pelengkap, terutama dalam rangka mendokumentasikan foto-foto yang hanya sekedar numpang lewat untuk promosi singkat di lini masa media-media sosial tersebut.

Apabila diibaratkan, Jepret Story bagai sebuah album foto versi digital yang dapat digunakan untuk membingkai beberapa buah foto yang memiliki histori yang sama di dalam sebuah koloni. Sebuah konsep yang sangat segar dan dapat menjadi sarana baru yang lebih melatih kreatifitas para seniman fotografi, khususnya di Indonesia. Tidak perlu kamera canggih, kamera standar yang tersemat di ponsel ratusan ribu yang dibekali sistem android pun dapat digunakan untuk dapat berkarya di Jepret Story.

Maka dari itu, sudah selayaknya kita berikan dukungan dan apresiasi dengan cara menggunakan aplikasi Jepret Story pada gadget yang kita gunakan.  Akan lebih baik apabila kita membantu promosi dengan mengajak serta rekan-rekan kita untuk menggunakannya juga pada gadget yang mereka gunakan. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan agar aplikasi buatan dalam negeri ini dapat dikenal dan diakui di dunia internasional sebagai salah satu produk digital terbaik made in Indonesian. 

Apalagi Dycode Cominfotech, selaku pihak pembuat dan pengembang aplikasi Jepret Story sering mengadakan lomba foto dengan tema dan hadiah yang menarik, contohnya seperti lomba foto #LoveStory yang sedang diselenggarakan sampai akhir bulan februari. Tenang, ini bukan informasi yang bersifat hoax, sebagai bukti otentik telah saya pasang foto saya di atas postingan ini saat tengah menerima hadiah lomba foto #HolidayStory yang diselenggarakan oleh Jepret Story beberapa waktu lalu, satu unit Samsung S5 K-Zoom. 🙂

Bagaimana? Tertarik untuk ikutan? Untuk informasi lebih lanjut, silahkan buka website-nya di sini.  Bagi yang mau mendownload aplikasi Jepret Story, silahkan klik di sini atau cari langsung di Google Playstore menggunakan keyword “Jepret Story”.

Penjaja Kata

(Visited 23 times, 1 visits today)
Membingkai Cerita Bersama Jepret Story

7 thoughts on “Membingkai Cerita Bersama Jepret Story

    • February 21, 2015 at 4:31 am
      Permalink

      Bisa. 😀

      Reply
  • February 21, 2015 at 12:56 pm
    Permalink

    Ternyata promosi aplikasi 😀 wah liat dulu ah

    Reply
    • February 21, 2015 at 1:02 pm
      Permalink

      Haha, sudah saatnya kita mempromosikan produk dalam negeri sendiri, bung. 🙂

      Reply
  • February 21, 2015 at 12:33 pm
    Permalink

    Waaa penasaran. Oke meluncur ke webnya doloo 😀

    Reply
    • February 21, 2015 at 12:50 pm
      Permalink

      Silahkan, bung. 🙂

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *