Sajak - Page 2 of 2 - Blogger Bandung | Penjaja Kata
Blogger Bandung yang menyediakan berbagai kebutuhan kata
Blogger Bandung | Copywriter
-1
archive,paged,category,category-sajak,category-9,paged-2,category-paged-2,bridge-core-1.0.4,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-18.0.9,qode-theme-bridge,disabled_footer_bottom,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-5.7,vc_responsive
 

Sajak

  Kemarin, putih abu bernaung di ragaku Lusa, awan kelabu bernaung di hidupku Kemarin, guru sosok tuk digugu dan ditiru Lusa, dosen sosok tuk ditanda dan ditanya Kemarin, tidur malam jadi aturan Lusa, tidur pagi jadi kebiasaan Aku, seorang  mahasiswa Maha dalam berpikir, berkata, dan bertindak Aku, seorang mahasiswa Awal bulan bertahan, akhir bulan kelaparan Aku,...

Indonesia, Tanahku dikremasi petak-petak perumahan Airku dikemasi galon-galon air mineral Indonesia, Merahku bagaikan muntahan spidol Putihku bagaikan uban yang nongol Indoneisa, Jiwaku disamak jadi makin tipis Ragaku dipermak jadi makin miris Indonesia, Empat sehat, lima sempurna, enam mie instan Sembilan bahan pokok makin mengenaskan Indonesia? Endonesa? Nusantara? Apapun namanya, merde"kalah" dari kekalahan! Dir6aha9u INDONESIA! Penjaja Kata...

Panggil Saja Asep, Penjaja Kata. Emba, kau panggil diriku Tanpa tahu realita kelaminku Apakah sepanjang buah pisang Ataukah sebelah buah rambutan Emba, enaknya mulutmu berkata Tanpa sadari suaraku bergema Jangan anggap suara alto Jika Anda bukan  homo Suatu ketika kau panggil bunda Lebih parah dibanding emba Setidaknya kau tak panggil bendi Lebih parah jika panggil embe Aku seorang pria tulen Bukan...

Bolehkah aku tenggak, setenggak saja? Barangkali manisnya memang manis Tapi engkau bilang ini masam Masam semasam tahi kucing Tidak apa-apa, dengan nada biasa Pertanyaanmu terasa tidak biasa Ah, tak usah dihiraukan frasenya Intinya, bisa lepaskan dahaga Tanganmu memegang botol Botolnya dioper ke tanganku Tanganku memegang botol Botolnya disuap ke mulutku Hmm, ternyata memang masam Tapi, rasanya lumayan enak Seteguk...

Untuk apa dikau tengok tulisan ini? Tulisan yang ingin menjadi puisi Namun, ditentang oleh komposisi Sampah, tidak lebih dari sampah Rimanya kotor, ritmanya busuk Iramanya, beraroma tidak sedap Mata, terpejam seketika Hidung, terkatup seketika Tatkala sampah seketiak, seperti ketiak Tapi tunggu, lihatlah dunia nyata Sampah kini dapat diubah Agar menjadi harga dan karya, semoga saja...

We work closely with you and carry out research to understand your needs and wishes.