Literasi - Page 68 of 72 - Blogger Bandung | Penjaja Kata
Blogger Bandung yang menyediakan berbagai kebutuhan kata
Blogger Bandung | Copywriter
-1
archive,paged,category,category-literasi,category-3,paged-68,category-paged-68,bridge-core-1.0.4,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-18.0.9,qode-theme-bridge,disabled_footer_bottom,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-5.7,vc_responsive
 

Literasi

Mengapa rasa seperti ini datang dikala aku menatapmu? Rasa yang membuat hati ini merasakan sepercik kedamaian Rasa yang membuat detik, menit, jam dihari ini mengalun berirama ikuti suasana hati   Mungkin ini hanya rasa yang biasa saja Rasa yang tumbuh akibat tercampur adukan dengan¬† imajinasi Imajinasi yang terbentuk oleh¬† isme-isme yang...

Aku mencoba mendobrak dinding pengurung Pengurung yang membuat diriku menjadi pemurung Tanpa alat, tanpa tenaga, dan tanpa bantuan Aku robohkan hanya menggunakan keberanian Aku tak tahu apa yang akan kulakukan Aku tak tahu apa yang akan kudapatkan Dunia baru ini sangatlah luas Dunia baru ini sangatlah keras Kuamati debu yang berterbangan Kuamati asap yang...

Semuanya ada padamu Nafsu duniawiku dan nafsu akhiratku Terpancar dari kilauan cahaya auramu Namun siapakah aku? Tidak pernah seuntai kata pun yang ku dendangkan padamu Namun mengapa perasaan ini sungguh sangat dalam, dalam dan dalam didalam kedalaman hati Mungkin benar bahwa perasaan ini hanya harapan hampa Tanpa ada tanda-tanda mejadi nyata Aku hanyalah...

Engkau hadir menghiasi taman hati Ketika sang bunga pujaan melarikan diri Hilangkan dirinya dari dalam taman hati   Engkaulah sang penyelamat Selamatkan taman hati ini dari kepunahan Saat tidak ada cinta yang mulai bersemi   Engkau pancarkan kembali Sinar sang taman hati Hingga kini hidup kembali   Namun beribu maaf kuucapkan Dirimu hanya akan menjadi hiasan Yang hanya bisa...

Wajahmu pancarkan pesona indah memukau mata Balutan rambut yang panjang jadi penyempurna Sinaran matamu silau tersibak cahaya Dikau mampu lelehkan perasaan sang arjuna   Aku ingat kala engkau duduk manis diatas jendela tua Engkau pandangi langit yang sudah mulai senja Tertegun pandanganku¬† terpikat pesona Pesona yang mampu engkau cipta   Tak pernah lelah aku memandangimu Disini,...

Engkau datang tanpa salam dan sapa Kejutkanku yang termenung dalam haru Kau usapkan lembaran kain sutra Menghapus kesedihan dipipiku Kutatap dirimu dengan tatapan murka Namun kau balas dengan senyum senja Kau luluhkan denyut nadi murkaku Sehingga kuhanya bisa terpatung membisu Tanpa isyarat kau peluk erat tubuhku Menangis deras di atas pundakku Engkau bisikan kata maaf...

We work closely with you and carry out research to understand your needs and wishes.