Literasi - Page 48 of 72 - Blogger Bandung | Penjaja Kata
Blogger Bandung yang menyediakan berbagai kebutuhan kata
Blogger Bandung | Copywriter
-1
archive,paged,category,category-literasi,category-3,paged-48,category-paged-48,bridge-core-1.0.4,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-18.0.9,qode-theme-bridge,disabled_footer_bottom,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-5.7,vc_responsive
 

Literasi

Panggil Saja Asep, Penjaja Kata. Emba, kau panggil diriku Tanpa tahu realita kelaminku Apakah sepanjang buah pisang Ataukah sebelah buah rambutan Emba, enaknya mulutmu berkata Tanpa sadari suaraku bergema Jangan anggap suara alto Jika Anda bukan  homo Suatu ketika kau panggil bunda Lebih parah dibanding emba Setidaknya kau tak panggil bendi Lebih parah jika panggil embe Aku seorang pria tulen Bukan...

Dalam postingan kali ini, saya ingin memberikan sebuah informasi terbaru mengenai perkembangan dunia kriminalitas, terutama mengenai modus penipuan dalam upaya pencurian motor. Bukan sebuah berita yang aneh sekiranya trik-trik unik dunia kriminal di Indonesia, kreatifitas dan inovasi para maestro kriminalisme memang selalu diupdate seiring perkembangan zaman. Salah satu...

Aku, tak akan pernah Menikmati rotasi hari Menyaksikan mentari pergi Bagai dawai, menanti senja Aku, tak akan pernah Menemani lelap tidurmu Menanti mekar matamu Bagai dawai, menunggu pagi Aku, hanya sanggup Mengatup redup mataku Meninju bisu kantukku Bagai dawai, menanti shubuh Ini sekadar gurau lagu Menanti senja ala Payung Teduh Menunggu pagi ala Peterpan Menanti shubuh atas perintah Allah SWT Edisi...

Senyummu mengandung virus Terbawa oleh angin, menusuk dalam batin Stop! Jangan nakal, jangan binal, jangan bebal Aku tak butuh senyuman, aku butuh ucapan Bukan di bibir, di mulut, apalagi di gigi Akan tetapi ucapan tulus buatan isi hati Sepatah pun tak apa gerangan Namun jangan berpatah-patah Sebait pun tak apa gerangan Namun jangan berbait-bait Sepatah dan...

Layangan itu pun terbang terbawa oleh arus angin, hinggaplah diatas genting kediaman sederhana Kakanda dan Adinda. Terdengar teriakan para anak yang menderu-deru dan langkah kaki yang menggebu-gebu. Adinda : Hati-hati, anak-anak. Jangan berebutan seperti itu ya? Namun mereka anak-anak, kuping mereka terkadang tertutupi oleh manisnya masa bermain...

We work closely with you and carry out research to understand your needs and wishes.