Indonesia memiliki khazanah kelautan yang sangat luar biasa, mulai dari hamparan luas lautnya dari wilayah Indonesia bagian barat sampai wilayah Indonesia bagian timur juga keindahaan alam bawah lautnya yang mampu memikat pasar internasional, negara maritim memang cocok disematkan bagi Indonesia. Namun selain itu ada hal lain yang ada didalam lautan Indonesia, hal itulah yang diangkat pada kuliah umum kajian struktur anjungan lepas pada hari jumat tanggal 15 November 2013, diselenggarakan oleh biro kemahasiswaan ITENAS yang bekerjasama dengan PT. Biru dan kelompok keahlian teknik kelautan ITB.

   Terdapat pula minyak dan gas bumi di daerah lepas pantai (Offshore Region) Indonesia yang dapat dieksploitasi, baik itu untuk aktivitas pengboran (Drilling Platform) maupun aktivitas produksi (Production Platform). Maka dari itu, apabila kita melakukan penerbangan melintasi beberapa wilayah perairan di Indonesia akan kita dapat menyaksikan bangunan-bangunan yang berdiri di tengah lautan, beberapa contoh misalnya akan kita temui diwilayah perairan laut utara Jawa atau perairan sekitar Balikpapan.

   Jika kita amati lebih cermat, maka akan samar-samar akan nampak oleh kita bentuk derek-derek ataupun bangunan akomodasi diatasnya. Bangunan-bangunan seperti itu disebut sebagai anjungan/bangunan lepas pantai (Offshore Platform/Structure). Kata offshore yang berarti lepas pantai (jauh dari pantai) digunakan sebagai lawan kata dari onshore yang berarti daerah pantai. Bangunan ini bagai menjadi wahana lain yang ada di lautan Indonesia, selain kapal sebagai alat transportasi di lautan dan kapal lain yang dimodifikasi untuk keperluan tertentu seperti kapal pembor (Drilling Ship).

   Kuliah umum ini lebih didominasi oleh mahasiswa jurusan mesin yang sangat antusias dengan materi yang akan disampaikan dalam kuliah umum kajian integritas struktur anjungan lepas, memang kuliah umum ini dapat menjadi wawasan yang sangat berguna bagi mahasiswa teknik untuk pada umumnya sebagai bekal saat mereka terjun didunia di dunia kerja. Dibimbing oleh bapak Juinanto sebagai pemateri, kuliah umum ini membahas secara structural pembangunan anjungan lepas pantai dimulai dari jenis struktur lepas-pantai terpancang (fixed offshore structure) atau biasa disebut pile-supported platform atau ada juga yang menyebutnya jacket steel platform, jenis concrete gravity platform, jenis guyed tower platform, dan jenis complient platform. Pembagian ini didasarkan pada bentuk, jenis material strukturnya maupun bagaimana perilaku responnya terhadap beban-beban lingkungan yang bekerja pada struktur tersebut.

   Selain itu dibahas pula mengenai instalasi anjungan, proses dan sistem kerja dari anjungan, proses lifting pada anjungan, sistem transportasi, dan proses upending dan on bottom stability yang terdapat pada anjungan. Secara umum, anjungan lepas pantai ini memegang peran utama dalam keberlangsungan bidang social, ekonomi dan transportasi di Indonesia. Bayangkan saja bagaimana jadinya bila minyak atau gas sulit ditemukan, kerusuhan dan keresahan sudah pasti menyelimuti kehidupan masyarakat. Eksploitasi minyak dan gas dari laut dalam memang harus dilakukan, walaupun pasti ada kerugian atau dampak dari eksploitasi tersebut yang mengganggu kehidupan didalam laut. Namun apabila kita masih mengandalkan reservoir minyak dan gas bumi di daratan tentu tidak akan bertahan lama dan akan segera habis, atau mungkin bisa terjadi kepunahan, karena sebagai sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui cadangan minyak didaratan sudah mulai berkurang kapasitasnya.

   Banyak sekali pembelajaran baru yang dapat diambil dari kuliah umum ini, terutama mengenai proses kerja anjungan lepas pantai, akan menjadi bekal yang cukup bagi mahasiswa yang memiliki rencana untuk bekerja di pertambangan minyak sehingga tidak akan terlalu minim wawasannya mengenai anjungan lepas pantai. (Sandra, Biro Kemahasiswaan)

(Visited 43 times, 1 visits today)
Kuliah Umum Kajian Integritas Struktur Anjungan Lepas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *