Dunia industri, ibarat sebuah hutan rimba yang akan kita jelajahi, namun untuk dapat menjelajahinya kita memerlukan bekal yang lengkap. Begitulah kurang lebih asumsi yang disampaikan oleh bapak Sigit, kepala BKPK ITENAS, pada sesi pembukaan kuliah umum 5R yang berlangsung pada hari rabu tanggal 13 november 2013. Acara ini berlangsung atas kerjasama yang dilakukan oleh BK (Biro Kemahasiswaan) dengan PT. Medion, salah satu perusahaan yang telah lama  bekerjasama dalam proses recruitmen para lulusan terbaik hasil produksi ITENAS untuk menjadi karyawan baru diperusahaan tersebut.

   Akan tetapi, kerjasama yang dilakukan pada kali ini adlah sebuah kuliah umum dan ini kali pertamanya diadakan. Tentu sebuah muatan positif yang dapat didapatkan oleh para mahasiswa, terlebih berkaitan dengan program SKK yang akan membuat para mahasiswa semakin aktif dalam mengikuti beberapa acara dikampus.

   Sekilas mengenai PT. Medion, perusahaan ini bergerak dibidang farmasi ayam dan merupakan perusahaan farmasi ayam pertama yang berdiri di Indonesia. Penerapan 5R dilingkungan kerja perusahaan ini lah yang dibagikan pengetahuannya kepada para mahasiswa Itenas pada kuliah umum ini, hal senada yang diungkapkan oleh bapak Eko selaku pemateri dan pegawai senoir di PT. Medion. Tujuan utama perusahaan ini menerapkan 5R adalah agar memahami konsep 5R dan mampu menjalankan budaya yang terkandung didalam 5R tersebut.

   5R adalah Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin. 5R ini adalah sebuah metoda yang diadaptasi dari metoda 5S dari Jepang, metoda yang digadang-gadang sebagai metoda yang secara tidak langsung berhasil mengubah Jepang menjadi negara paling maju budaya kedisiplinannya diwilayah asia. Latar belakang 5R sendiri terdiri dari tiga bagian yaitu Faster (Delivery, Deadlines), Better (Quality), dan Cost Effective (Cost), ketiga bagian inilah yang menjadi alasan betapa pentingnya menerakan budaya 5R, baik dilingkungan pekerjaan, pendidikan, maupun kehidupan sehari-hari. Pada awal sesi kuliah umum, para peserta kuliah umum yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai jurusan di ITENAS ini diajak untuk latihan sejenak. Bukan latihan yang berat, melainkan latihan untuk mengamati, menghitung, dan meperbaiki masalah yang terjadi didalam ruangan acara, pada saat itu kuliah umum diadakan di ruang  seminar fakultas lantai 3.

   Beberapa mahasiswa berhasil menganalisa maslah yang ada didalam ruangan tersebut, khususnya yang berhubungan dengan 5R. Salah satu masalah yang ditemukan antara lain tidak tersedianya tempat penyimpanan khusus untuk proyektor dan pemosisian layar yang kurang tepat sehingga menyulitkan peserta dalam melihat materi presentasi, kursi-kursi dan meja-meja yang tidak digunakan bertumpukan disamping-samping ruangan sehingga menggangu pemandangan dan tidak terlihat rapi, dan sistem audio yang masih menggunakan sitem perkabelan dan sangat mengganggu gerak dari pemateri baik saat memberikan materi maupun saat berinteraksi dengan peserta acara.

  Solusi perbaikan yang ditawarkan adalah menyediakan box gantung untuk proyektor dan memasang posisi layar yang proporsional agar dapat dinikmati oleh semua peserta didalam ruangan, menyediakan ruangan terpisah untuk menyimpan kursi dan meja yang tidak digunakan, dan mulai menggunakan sistem nirkabel atau wifi pada sistem audio agar lebih rapi dan tidak mengganggu keberlangsungan setiap acara yang diselenggarakan diruangan tersebut. Tentu solusi tersebut akan menjadi saran yang positif bagi perkembangan fasilitas di ITENAS, selain bertujuan untuk memperindah juga memiliki tujuan untuk memberikan kenyamanan bagi pihak internal kampus maupun eksternal kampus dalam menggunakan setiap fasilitas yang ada di ITENAS.

   Selain itu budaya buang sampah sembarangan, budaya ngaret waktu yang menjadi kebiasaan umum dan majalah dinding yang masih sembrawut penataannya menjadi perhatian khusus pula dari pemateri kuliah umum ini. Bahkan beliau dengan cerdas menyisipkan foto-foto “tragedi tersebut pada materi kuliah umumnya, sungguh memprihatinkan. Sebagai mahasiswa ITENAS, penulis merasa hal tersebut menjadi cambukan yang sangat keras dan sangat terasa, karena penilaian tersebut berasal dari pihak luar kampus dan lebih parahnya lagi dari perusahaan yang sudah bermitra sejak lama untuk recruitment tenaga kerja baru. Tentu saja budaya seperti itu tidak diharapkan didunia kerja kelak.

   Selaras dengan program ITENAS untuk menjadi kampus Go Green, seyogyanya metoda 5R ini sangat patut untuk diterapkan terkait dampak yang sangat baik yang akan dihasilkan apabila metoda ini berhasil diterapkan, bahkan mungkin harus sesegera mungkin dibudayakan. Dalam hal ini memang bukan hanya tugas dari institusi saja yang memegang peran penting, namun menjadi tugas bagi semua pihak di ITENAS, termasuk mahasiswa. Partisipasi dan dukungan dari semua pihak dan adanya komitmen dari manajemen menjadi pondasi utama yang harus dikokohkan, setelah itu dibutuhkan kesadaran dari semua pihak agar program ini dapat bekerja dengan baik dan benar.

   Alhasil semua itu akan menghasilkan dampak langsung yang sangat signifikan, sejalan dengan tujuan digalakannya program Go Green tersebut. Semoga rencana ini dapat berjalan dengan sukses dan lancar, karena bukan hanya kita sebagai manusia saja yang akan merasakan manfaatnya, alam pun akan mendapatkan manfaatnya dari program tersebut, maka dari itu mari kita dukung penuh program Go Green ini dengan menerapkan budaya 5R didalam diri kita masing-masing. (Sandra, Biro Kemahasiswaan).

(Visited 14 times, 1 visits today)
Kuliah Umum 5R
Bagikan ke:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *