Kineruku dan Obrolan Urban-nya Seno Gumira Ajidarma berjumpa tatkala kalender menandakan bulan September di tahun 2015, dengan nomor sebelas yang menandakan tanggalnya. Tepat pada jam 16.00 WIB atau lebih akrab dengan sebutan jam 4 sore, seorang pemuda di zamanya sendiri, sudah siap untuk bercuap-cuap di halaman belakang rumah baca Kineruku, Bandung.

Seno Gumira Ajidarma, begitulah namanya diukir dalam desain cover buku Tiada Ojek di Paris: Sebuah buku yang membuat pembacanya tertawa, tertegun, dan langsung terjerumus ke dalam jurang kesadaran diri. Hari itu pun, Mas Seno, sapaan akrabnya, bersiap memuaskan para penggemar karya-karyanya dengan memberikan suasana diksusi yang dulu hanya bisa dimimpikan saja oleh ia dan rekan-rekan sejawatnya dulu, tepatnya pada zaman rezim orde baru.

Taktis adalah satu kata yang bisa menggambarkan setiap jawaban yang keluar dari mulu Mas Seno. Berondongan pertanyaan dari moderator, Zen RS, juga para peserta diskusi yang hadir dengan maksud dan tujuan masing-masing, dijawab dengan ringkas dan padat. Hampir tak ada pertanyaan yang dibiarkan mengambang, semua pertanyaan langsung tenggelam dengan jawabannya masing-masing.

Zen RS dan Seno Gumira Ajidarma

Pertanyaan-pertanyaan yang mengalir dalam diskusi ini memang cukup variatif, namun dua hal tetap menjadi barometer utama dari setiap pertanyaan yang diajukan, yakni dunia urban dan dunia literasi. Bagi pertanyaan yang menyangkut dunia urban, tentu menjadi pembahasannya yang paling seru dalam diskusi ini. Selain menjadi pokok dan tema utama diskusi ini, konteks urban yang keberkaitannya mengacu ke berbagai macam aspek hidup, memang bagaikan bilangan yang dibagi dengan nol dalam ilmu matematika.

Dari sekian banyak pertanyaan dan pembahasannya, obrolan Mas Seno tentang dunia literasi menjadi topik paling intim bagi saya pribadi. “Saya menulis seperti bernafas” merupakan sekutip pernyataan dari beliau yang masih saya ingat dan selalu terngiang di dalam telinga saya. Ya, memang saya merasakannya, dalam buku Tiada Ojek di Paris yang merupakan kumpulan esai Seno Gumira Ajidarma, beliau seakan-akan hadir dan berdiskusi langsung dengan pembacanya.

Seno Gumira Ajidarma - Tiada Ojek di Paris

Konsep menulis seperti bernafas itu sebetulnya sangat sederhana, artinya ada sebuah kebebasan yang kita rasakan saat kita menulis. Bukan hanya dari teknis penulisannya saja, melainkan dalam hal keberadaan fisik dan psikis sang penulis saat menulis, harus hadir dan berada dalam satu tubuh yang disebut diri sendiri.

Begitulah singkat perkenalan saya dengan Seno Gumira Ajidarma di acara Obrolan Urban, tanpa bersalaman, hanya berkenalan melalui karya terbarunya yang baru saya baca juga, Tiada Ojek di Paris. Rekan sejawat dari Emha Ainun Nadjib ini memang baru-baru ini saya kenali, berbeda halnya dengan peserta diskusi lain puluhan orang jumlahnya, sepertinya mereka sudah mengenali beliau sudah sejak terlahir ke pangkuan bidan ataupun paraji alias dukun beranak. Mereka rela antre di saat book signing, dan mereka pun berlomba-lomba untuk mendapatkan pose terbaik di saat berfoto bersama Seno Gumira Ajidarma.

Book Signing Seno Gumira Ajidarma

Begitulah sekelibat kisah dari acara Obrolan Urban bersama Seno Gumira Ajidarma yang berlangsung di Kineruku dan didukung oleh Penerbit Mizan. Semoga acara diskusi singkat namun sarat akan makna yang positif dan membangun seperti ini bisa lebih banyak lagi bermunculan dan dapat dinikmati oleh masyarakat awam. Agar kelak, masyarakat Indonesia tidak terlalu awam atas berbagai permasalahan yang akan menimpanya di kemudian hari. 🙂

Semoga bermanfaat. 😉
Penjaja Kata

(Visited 144 times, 1 visits today)
Kineruku dan Obrolan Urban-nya Seno Gumira Ajidarma
Bagikan ke:

2 thoughts on “Kineruku dan Obrolan Urban-nya Seno Gumira Ajidarma

  • December 10, 2015 at 2:16 pm
    Permalink

    Yang Mas Seno Gumira Aji Darma yang rambutm putih ya Mas, kayaknya dia itu senior banget di dunia kepenulisan. Salam kenal 🙂 kembali amir-silangit.blogspot.com

    Reply
    • December 12, 2015 at 10:35 am
      Permalink

      Iya, betul. Beliau se-angkatan dengan Mas Emha, dll. 🙂

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *