Teu boga sawah asal boga pare

Teu boga pare asal boga beas

Teu boga beas asal bisa nyangu

Teu nyangu asal dahar

Teu dahar asal kuat

Sebait kata di atas saya temukan dalam acara Julang Ngapak Kampung Adat Cirendeu, beberapa waktu yang lalu. Kata-kata tersebut merupakan bahasa Sunda, bagi yang tidak mengerti akan saya coba translatekan:

Tidak punya sawah yang penting punya padi

Tidak punya padi yang penting punya beras

Tidak punya beras yang penting bisa membuat nasi

Tidak bisa membuat nasi yang penting bisa makan

Tidak bisa makan yang penting kuat

Apa sebenarnya makna yang terkandung dalam kata-kata di atas? Jujur, saat berada di kampung adat Cirendeu saya bertanya-tanya akan kata-kata ini dan saya mengabadikannya pada foto diatas. Lalu saya bertanya kepada salah satu orang warga setempat, beliau menjawab dengan bahasa Sunda ieu cirina urang Cirendeu artinya “inilah orang Cirendeu”. Jawaban tersebut memang masih membingungkan, tetapi ini menjadi hal yang menarik untuk saya analisis sepulangnya dari acara Julang Ngapak Kampung Adat Cirendeu.

Kata-Kata Mutiara dari Cirendeu

Alhamdulillah, setelah beberapa hari saya pun memahami filosofi dari kata-kata tersebut. Filosofi yang terkandung dalam kata-kata tersebut adalah kesederhanaan, ketercukupan dalam hidup, serta ketulusan dan keikhlasan akan takdir. Hal ini tergaris dalam kehidupan yang di jalani oleh masyarakat adat Cirendeu, akhirnya jawaban “inilah orang Cirendeu” nampak lebih jelas.

Bagi saya, kata-kata ini merupakan kata-kata mutiara yang luar biasa. Apalagi bagi seorang manusia sederhana seperti saya, menerima kenyataan merupakan keberanian hakiki untuk menghadapi kehidupan yang semakin rumit seiring menggolaknya proses modernisasi di setiap lini.

Semoga postingan saya ini bermanfaat untuk Anda. Mari kita berikan dukungan moril & non-moril bagi setiap kampung-kampung adat yang ada di Indonesia, karena tanpa adanya kampung-kampung adat bangsa Indonesia tidak akan tahu silsilah serta ajaran akan nilai-nilai yang harus dimiliki suatu bangsa yang telah diajarkan oleh nenek moyang terdahulu.

Sandra Nurdiansyah – Ekspeditor Sobat Budaya Bandung.

 

(Visited 55 times, 1 visits today)
Kata-Kata Mutiara dari Kampung Adat Cirendeu
Bagikan ke:

2 thoughts on “Kata-Kata Mutiara dari Kampung Adat Cirendeu

  • November 23, 2014 at 2:36 am
    Permalink

    Intinya, tidak punya sawah yang penting kuat. 😀

    Reply
    • November 25, 2014 at 3:39 am
      Permalink

      Hahaha, betul betul betul. 😀

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *