Gemerincik hujan tak mampu lagi ditahan oleh awan hitam, yang tengah melegam dilangit. Nampak kemurungan di wajah adinda, dia hanya bisa menikmati hari dari balik jendela kamarnya. Tak berapa lama, pintu kamarnya terdengar diketuk dengan tempo dan irama yang begitu sendu.

Kakanda : Engkau tidak apa-apa, Adinda?

Terdengar suara panggilan Kakanda dari luar kamar Adinda, beberapa detik kemudian pintu terbuka dengan perlahan.

Adinda : Aku tidak apa-apa, Kakanda. Hanya sedikit kecewa terhadap cuaca yang tidak menyenangkan ini. Pagi ini terasa begitu menyedihkan, sama halnya dengan langit yang menitikan air hujan dalam kesedihannya.

Kakanda tersenyum kecil, sedikit meringis.

Kakanda : Janganlah seperti itu menghakimi hujan, pada dasarnya hujan diturunkan oleh tuhan menjadi sebuah anugerah baig umat manusia. Jadi, janganlah engkau merasa kecewa atas turunnya hujan. Langit pun bersedih bukan karena suatu hal yang mengecewakan, melainkan bersedih karena kenikmatan hujan yang tlah diturunkan oleh tuhan.

Adinda nampak tersenyum malu mendengar nasihat Kakanda, pipinya merah merekah ibarat mawar yang sedang mengawali kehidupan.

Kakanda : Walaupun hujan turun takala seharusnya manusia menikmati indahnya pagi, semestinya itu tidak menjadi masalah. Manusialah sebenarnya yang membuat dan mempermasalahkan turunya hujan di pagi hari, padahal nyatanya hujan tersebut dapat membawa berkah bagi umat manusia.

Adinda : Bukankah dengan turunya hujan akan sangat mengganggu aktifitas pagi, Kakanda? Apalagi pagi hari adalah waktu dimana manusia memulai rutinitas kesibukannya.

Kakanda : Dalam pandangan awam hal tersebut memang benar, namun ingatlah tuhan memberikan karunia apapun kepada manusia tidak akan langsung diterima secara mendadak, kita hidup dalam dunia proses bukan dunia sulap. Hujan pun demikian, tidak mungkin hujan turun tanpa menunjukan tanda-tandanya terlebih dahulu, manusia yang beribadah di waktu terbaik untuk beribadah pasti akan lebih memahami kondisi tersebut.

Adinda : Namun, mayoritas manusia malah menjadi malas menjalani aktifitas seperti biasanya.

Adinda menjawab dengan wajah sayu.

Kakanda : Benar, itu adalah ujian kecil yang diberikan tuhan kepada manusia. Aktifitas manusia baik itu mencari nafkah maupun ilmu, jika diguncang dengan ujian kecil seperti itu saja tentu tuhan tidak akan meningkatkan derajat ibadah dalam aktifitasnya tersebut. Karunia hujan yang turun di pagi hari memberikan ancang-ancang lebih dini kepada manusia sebelum memulai menjalani hari, agar lebih cepat mendapatkan rezeki di hari tersebut. Maka dari itu, engkau jangan bersedih seperti itu lagi ya?

Adinda mengangguk, binar wajahnya kembali ceria. Hujan yang turun tak ubahnya menjadi sebuah pemandangan yang membakar semangatnya semakin membara menjalani hari yang indah.

Nouer Dyn

(Visited 21 times, 1 visits today)
Kakanda dan Adinda #Part7
Bagikan ke:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *