Siang itu, diantara perasaan riang yang mendera anak-anak, namun tak nampak dari paras Adinda yang nampaknya tengah lelah dan lunglai.

Anonim : Kakak kenapa? 

Adinda : Kakak tidak apa-apa ko, dik.

Adinda membelai halus rambut gadis manis tersebut, nampaknya anak ini sangat begitu peduli pada Adinda.

Adinda : Bagaimana kalian sudah membaca buku sejarahnya?

Anonim : Sudah, kak.

Adinda : Baik, sekarang coba siapa yang mau menerangkan ringkasa dari buku tersebut?

Anonim : Aku yah, kak.

Adinda : Iya.

Anonim : Jadi buku ini menceritakan sejarah dari suatu negeri yang ditinggali oleh seorang anak, namun karena sang anak tidak peduli terhadap negarinya sendiri, maka negara tersebut luluh lantah tidak berdaya ketika mengalami serangan dari negeri luar.

Anak lelaki yang agak tambun itu menghela nafas begitu dalam sebelum melanjutkan ceritanya.

Anonim : Lalu, dia sadar bahwa tanggung jawab ada pada dirinya sendiri sebagai penerus bangsa. Sayang sang waktu telah mengambil sikap, sang anak pun hanya dapat menyesali keterlambatan untuk menyadarinya.

Adinda : Sudah?

Anonim : Iya sudah, kak.

Adinda : Iya bagus sekali, terima kasih ya.

Anonim : Iya, kak.

Adinda : Nah, jadi setiap anak memiliki tanggung jawab yang sama terhadap negaranya masing-masing. Tanggung jawab agar negerinya dapat berkembang lebih baik, setiap detik, menit, dan jam yang terus berganti. Kalian tahu apa tanggung jawabnya kan?

Anonim : Belajar, kak.

Adinda : Iya betul, jadi jangan sampai lupa atas tanggung jawab kalian itu yah? Satu lagi tumbuhkan rasa cinta terhadap semua hal yang berkaitan dengan negeri kita, jika bukan kita lalu siapa lagi yang akan membangun negeri kita?

Anak-anak nampak bersemangat untuk terus belajar, lelah dan lunglai dari wajah Adinda nampak hilang tatkala melihat wajah ceria dan penuh semangat itu.

Nouerdyn

(Visited 7 times, 1 visits today)
Kakanda dan Adinda #Part21
Bagikan ke:

2 thoughts on “Kakanda dan Adinda #Part21

  • June 26, 2014 at 12:36 pm
    Permalink

    Wah, ini bisa ditiru nih. Selain bercerita, juga menyelipkan pesan-pesan ciamik di dalamnya. Jadi ngga cuma sekadar cerita kosongan aja. Harus mampir ke part-part sebelumnya nih kayanya.
    Salam kenal dari Harian Iseng ya =))

    Reply
    • June 26, 2014 at 2:31 pm
      Permalink

      Haha, terima kasih sudah berkunjung dan membaca postingan saya. Salam kenal juga. 🙂

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *