Poster Gunungan Fest 2014

Seni, dapat bermetamorfosa dalam berbagai bentuk dan menjadi bahasa yang bisa diungkapkan lebih dari satu kosakata, hal tersebut ditemukan dalam acara Gunungan Fest 2014 beberapa waktu yang lalu. Bertempat di kota baru parahyangan, Padalarang, Bandung. Gunungan fest 2014 terselenggara selama dua hari, 24-25 mei 2014. Beragam rangkaian acara disajikan demi memuaskan gairah dan hasrat seni, baik itu bagi pelaku maupun penikmatnya. Seni topeng menjadi tema utama, namun seni topeng tidaklah hanya tersaji dari keindahan fisik atau bentuk topeng saja. Akan tetapi, lebih bersifat komprehensif dan aplikatif dengan bentuk kesenian lainnya.

Mulai dari pertunjukan, pameran, workshop, dan talkshow disajikan dalam acara tersebut. Para seniman yang berkontribusi dalam acara ini pun berasal dari beragam latar belakang, baik itu seniman bertaraf nasional dan regional. Selain itu bukan hanya para seniman Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam acara ini, melainkan para seniman mancanegara pun turut berkecimpung dalam penyelenggaraan Gunungan Fest 2014 kali ini.  Tentunya pertunjukan yang unik, atraktif, dan menarik menjadi sebuah kenikmatan yang direngkuh para penikmat seni yang hadir dalam acara Gunungan Fest 2014 kali ini. Acara ini pun dapat menjadi barometer bagi kemajuan dalam dunia seni di Indonesia, terbukti bahwa seni Indonesia baik itu seniman maupun karyanya dapat bersaing dan memiliki kualitas yang mumpuni dalam keanekaragaman seni dunia.

Pameran Topeng, Lukisan, dan Benda Seni.

Hal yang menarik lainnya yakni sebuah tribute yang diperuntukan bagi (alm) ki dalang Slamet Gundono dan (alm) ki dalang Asep Sunandar Sunarya, sang maestro wayang suket alias wayang rumput dan maestro wayang golek yang belum lama ini telah kembali dalam naungan tuhan YME, sang dalang kehidupan. Endah Laras memberikan sebuah pertunjukan musik kreatif yang begitu istimewa, lengkingan dan variasi suaranya juga tatkala menyanyikan lagu ciptaan ki dalang Slamet Gundono begitu memukau dan mewarnai malam minggu para penikmat seni yang hadir disana.  Pertunjukan ini ditujukan untuk mengenang mas Gundono, beliau memang menjadi tokoh inspiratif bagi Endah Laras dalam berkarya.

IMG_1095
Penampilan Endah Laras.

Begitupun tatkala persembahan bagi ki dalang Asep Sunandar Sunarya tersaji dalam keindahan puisi yang tercipta dari rasa Wawan Setiawan Husin, salah seorang seniman kreatif dari tanah Pasundan. Apresiasi tersebut patut diacungi jempol, kirannya menjadi sebuah persembahan yang sangat bermakna, terutama bagi para seniman yang akan merasa dihargai karya-karyanya walaupun kelak ruhnya akan meninggalkan raga. Semoga saja melalui tangan-tangan hebat para seniman Indonesia dalam mengkolaborasikan berbagai bentuk seni, kekayaan budaya Indonesia dapat terus terpelihara dengan baik dan semakin berjaya di dunia internasional. (Sandra Nurdiansyah)

(Visited 54 times, 1 visits today)
Gunungan Fest 2014 : Kosakata Dalam Seni
Bagikan ke:
Tagged on:                                 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *