Goa di Pangandaran yang Wajib Dijelajahi para Traveler - Penjaja Kata
4684
post-template-default,single,single-post,postid-4684,single-format-standard,bridge-core-1.0.4,ajax_fade,page_not_loaded,,qode_grid_1300,qode-theme-ver-18.0.9,qode-theme-bridge,disabled_footer_bottom,wpb-js-composer js-comp-ver-5.7,vc_responsive
 

Goa di Pangandaran yang Wajib Dijelajahi para Traveler

Goa di Pangandaran yang Wajib Dijelajahi para Traveler

Mungkin Anda sudah sering mendengar tentang Pantai Pangandaran, pantai yang ada di salah satu Kabupaten di Priangan Timur Jawa Barat ini bahkan disebut-sebut sebagai Bali-nya Jawa Barat. Namun, ternyata setelah dicarai tahu lebih jauh lagi, Wisata Pangandaran tidak sebatas Pantai saja. Selain kulinernya yang khas, ada juga sejumlah goa peninggalan zaman Prasejarah yang bisa kita jelajahi. Terutama bagi para traveler, penjelajahan goa di Pangandaran ini akan sangat menantang.

Bahkan nih, goa-goa ini sudah dibuka untuk umum. Ada juga beberapa peneliti di bidang arkeologi yang tertarik untuk menelusuri jejak manusia purba lewat penemuan fosil di beberapa lokasi goa di Pangandaran.

Baca Juga: Menikmati Akhir Pekan di Cirebon

Di sini bakal dibahas satu-satu goa di Pangandaran ini, karena hal ini cukup menarik, maksudnya sih biar kalau ke Pangandaran punya pilihan lain selain berenang di pantainya yang indah itu. Seperti dikutip media online lokal Pangandaran, berikut goa-goa zaman prasejarah yang ada di wilayah ujung selatan Jawa Barat tersebut:

Goa Sutrareregan

Goa Sutrareregan, terletak di Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Penemuan jejak manusia purba di goa ini sempat menggegerkan dunia cagar budaya Indonesia. Konon, penemuan seperti ini sudah cukup langka. Terakhir kali fosil serupa ditemukan di goa Pawon, Bandung Barat.

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten, tahun 2017, beberapa benda yang diduga berasal dari zaman mesolitikum ditemukan di Goa Sutrareregan, Goa Panggung, dan Goa Peteng. Sebagai informasi, ketiga Goa tersebut masuk dalam kawasan Objek Wisata Goa Sutrareregan.

Bahkan ada benda-benda yang ditemukan di area goa ini yang menunjukkan keberadaan manusia purba. Diantaranya ada gerabah purba, gigi gajah purba, juga ada tulang vertebrata. Selain itu, ditemukan pula parkakas berburu manusia purba yang dibuat dari batu rinjang. Penemuan tersebut menambah keyakinan para arkeolog bahwa di lokasi Goa Sutrareregen pernah dihuni manusia purba dari zaman prasejarah.

Goa yang memiliki tinggi sekitar 20 meter dan panjang 100 meter ini terletak di dasar lembah dari bukit yang ada di Desa Selasari, Kecamatan Parigi. Jika kita menelusuri goa ini, sudah pasti terpesona dengan relief alam yang terbentuk dari stalagtit dan stalamit.

Jejak manusia purba di goa ini juga dibuktikan dengan keberadaan sungai kecil yang mengalir dari selatan menuju ke utara. Sungai tersebut diduga sebagai tempat mengambil air para manusia purba yang tinggal di sekitar goa. Selain itu, di ujung Gua ada juga semak-semak yang ditumbuhi sejumlah tanaman rimba. Penemuan ini menguatkan keberadaan manusia purba di Pangandaran.

Goa Panggung

Di ujung Goa Sutrareregen ada jalan yang mengarah ke goa lainnya, yaitu Goa Panggung. Lokasinya sekitar 20 meter dari pintu keluar Goa Sutrareregan. Jadi lepas dari Goa Sutrareregen di depannya ada mulut Goa Panggung.

Goa panggung ini memiliki lebar 12 meter dengan panjang 100 meter. Goa ini disebut Gua Panggung karena terdapat hamparan batu yang mirip dengan panggung pertunjukan. Panggungnya terbentuk dari stalagtit dan stalamit. Ciri khas lainnya, dinding bebatuannya cukup keras hampir mirip dengan batu rijang yang digunakan manusia purba untuk membuat perkakas.

Ketika ditemukan serpihan gerabah atau bahkan alat pertanian di sekitar Goa Panggung menguatkan teori jika manusia purba yang pernah mendiami Gua Panggung telah mengenal pertanian.

Goa Peteng

Goa selanjutnya yang terdapat jejak manusia purba adalah Goa Peteng, Goa ini terletak sekitar 50 meter dari Goa panggung. Dengan tinggi sekitar 15 meter, panjang 100 meter dan lebar 12 meter. Goa ini memiliki aliran sungai yang mengalir hingga masuk ke dalam goa. Selain itu, di Goa Peteng terdapat sekat-sekat mirip kamar yang diduga sebagai lokasi peristirahatan para manusia purba.

Gigi gajah purba sempat ditemukan di Goa Peteng. Namun dari penemuan ini tidak bisa disimpulkan sekaligus bahwa di goa ini pernah hidup seekor gajah. Karena bisa saja gigi gajah purba tersebut merupakan koleksi manusia purba. Konon, gigi gajah ini sering dijadikan benda pusaka yang disimpan manusia pada zaman dulu.

Selain bisa menarik para arkeolog untuk meneliti goa-goa yang ada di Pangandaran ini, keindahan alam serta keunikan bebatuan yang terbentuk dari stalagtit dan stalagmit di kawasan Goa Sutrareragen, Goa Panggung dan Goa Peteng, bisa jadi suatu potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata Pangandaran unggulan.

Tetapi, perlu ada penetapan kawasan cagar budaya di objek wisata yang satu ini. Tujuannya agar kawasan goa bisa dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian. Selain itu, bisa juga dijadikan sebagai destinasi wisata untuk rekreasi. Terlebih sebagai sarana edukasi pelajaran sejarah bagi para pelajar maupun mahasiswa.

Itulah destinasi wisata Pangandaran selain pantai. Menikmati keindahan goa dan menjelajahinya bisa jadi kegiatan menarik untuk mengisi liburan akhir pekan atau pun hari libur lainnya. Jika belum puas berwisata dengan menjelajahi goa di Pangandaran, pulangnya bisa sekalian mampir di Pantai Pangandaran yang memang sudah terkenal itu.

Penjaja Kata

(Visited 23 times, 1 visits today)
No Comments

Post A Comment