Tidak semua orang di Indonesia mengenal umami, rasa ‘gurih’ yang menjadi rasa kelima setelah asam, asin, pahit dan manis. Coba tanya ke ibu-ibu penggemar sinetron Indosiar, pasti tidak semua tahu mengenai umami, karena tidak ada judul sinetron si pemerannya yang terkena adzab dengan umami. Coba saja ada judul “Istri Durhaka Pada Suami Meninggal Karena Kebanyakan Makan Umami Lalu Kesrempret Truk”, pastilah akan melambungkan nama umami. 😀

Kalau bagi generasi micin sih harusnya sudah tahu ya, karena umami ini sudah melekat dan menjadi bagian dari hidupnya. Umami sendiri memang sudah sangat akrab dengan masyarakat Indonesia, dengan hadirnya Ajinomoto sebagai trendsetter penyedap rasa sejak tahun 1909 di Jepang dan sejak tahun 1969 di Indonesia. Kuatnya branding produk Ajinomoto, membuat orang tidak ngeh dengan si rasa kelima ini, rasa gurih atau bahkan msg yang lebih banyak dikenal orang terhadap rasa umami.

Memang tidak salah, sih. UMAMI atau rasa gurih itu memang identik dengan msg atau monosodium glutamat, kandungan yang sering ditemukan dalam produk vetsin yang sering dianggap berbahaya. Ya, msg dikambing-hitamkan sebagai penyebab munculnya generasi micin, generasi yang dianggap mundur beberapa langkah dari peradaban yang terus maju. *eh

Padahal pada kenyataannya msg itu terbuat dari bahan alami, lho. Dalam acara Blogger Gathering bertajuk “Eat Well Live Well with Umami” bersama Ajinomoto di Kapulaga Indonesian Bistro, Bandung, hal ini pun dikuah secara ilmiah dan fakta. Pembahasan secara ilmiah dijelaskan oleh Prof. Purwiyatno Hariyadi, Guru Besar Rekayasa Proses Pangan IPB, beliau menuturkan bahwa msg itu terbuat dari bahan alami yang aman dikonsumsi, yaitu tetes tebu yang telah difermentasi dan diolah sedemikian rupa.

Nah, kalau ada yang menyangkut-pautkan msg dengan beberapa penyakit atau kendala tertentu, sepertinya itu tidak benar. Bisa saja orang yang mengalaminya itu sensitif terhadap msg, sama halnya dengan orang-orang yang sensitif pada jenis makanan tertentu, pasti akan ada efek yang terjadi saat ia mengonsumsi msg. Intinya secara ilmiah umami ini aman kok, selama dikonsumsi dalam batas kewajaran ya. 😉

Dalam acara ini juga hadir Dhatu Rembulan, seorang selebgram yang isti Tria the Cangcuters. Teteh Dhatu juga penggemar msg lho, dia bercerita mengenai fakta msg dalam kehidupannya. Teh Dhatu memberikan msg sebagai tambahan MPASI-nya, katanya supaya anak-anakanya lebih bersemangat makannya. Efeknya? Engga ada yang negatif kok, anak-anaknya tetap bisa bertumbuh secara optimal. Nah, cocok ditiru nih, daripada mengiming-imingi anak dengan barang atau ancaman supaya mau makan, mending ditambahin msg aja makanannya.

Oh ya, dalam acara ini juga ada acara demo memasak bersama Chef Deny Gumilang, Runner Up Master Chef Indonesia Season 4, beberapa masakan dibuat oleh Chef Deny di antaranya Mie Kocok Bandung, Steak Ayam Sambal Matah, dan Chicken Milanese Valdostana. Untuk menu yang terakhir ini juga dibuat sebagai menu yang dilombakan untuk platting dalam acara ini, lho. Pokoknya acaranya seru banget!

Itulah ulasan singkat mengenai fakta menarik mengenai umami dan msg, semoga dapat mencerahkan masa depan kalian yang dianggap generasi micin ya. Jadi mulai sekarang buat yang masing menganggap kalau umami a.k.a msg itu bikin bodoh lah, idoy lah, sudahilah segera kekejamanmu itu bung! Sebelum adzab pedih menimpamu dan kekejaman-mu itu tayang di Indosiar. 😀

Penjaja Kata

(Visited 28 times, 1 visits today)
Generasi Micin Wajib Baca! Inilah Fakta Menarik Tentang Umami, MSG dan Ajinomoto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *