“Masuk Islam adalah langkah besar. Satu tindakan drastis yang harus kuambil. Bukan urusan gampang.” Felixia Yeap, #AmoiBerhijab.

Nama Felixia Yeap memang masih terdengar asing di telinga masyarakat Indonesia. Apalagi, sekarang dia sudah mengganti namanya menjadi Raisyyah Rania Yeap, terutama setelah dia memutuskan menjadi muallaf. Felixia Yeap adalah seorang model dari negara tetangga, Malaysia. Namanya dikenal luas oleh masyarakat Malaysia setelah dirinya menjadi model di majalah pria dewasa ternama dunia, majalah Playboy.

Akan tetapi, namanya justru semakin dikenal setelah dia mulai mencintai hijab dan memutuskan untuk berserah diri dalam agama Allah Swt, Islam. Subhanallah, inilah kenikmatan awal yang diberikan Allah Swt. kepada Felixia Yeap. :’)

Buku #AmoiBerhijab yang diterbitkan ulang di Indonesia oleh Penerbit Mizan, merupakan miniatur kehidupan Felixia Yeap, alur maju yang digunakan dalam buku ini membuat para pembaca mengenal lebih dekat sosok Felixia Yeap mulai dari masa kanak-kanak hingga dewasa, masa sulit dan sukses dalam berkarir, serta masa di mana dia merasakan kehilangan jati diri dari agama yang dianutnya.

Felixia Yeap terlahir dari keluarga Tionghoa dan memiliki latar belakang agama Buddha. Namun, agama tersebut hanya tertulis di atas kertas belaka, tetapi tidak tertuang dalam pikirannya, perasaannya, dan perbuatannya. Walau terkesan tidak beragama, bukan berarti dia memilih untuk menjadi ateis, dia masih sangat percaya bahwa ada zat maha sempurna yang menguasai alam semesta.

Hingga suatu saat, Allah Swt. mempertemukannya dengan keindahan Islam yang terpancar dari salah satu simbol seorang Muslimah; Hijab. Ya, Felixia Yeap jatuh hati pada hijab yang sering digunakan oleh para Muslimah. Baginya, berhijab membuat sosok seorang wanita semakin cantik dan semakin berharga. Bahkan lebih dari itu, hijab dapat membuat penggunanya mendapatkan ketenangan diri serta perubahan sikap menjadi lebih positif.

Berawal dari hijab pula dia menemukan kebaikan yang terkandung dalam ajaran agama Islam, sebuah ajaran yang memberikan perintah disertai alasan dan caranya, sebuah ajaran yang membuatnya menemukan esensi menjadi umat beragama. Hingga pada akhirnya dia berani memutuskan untuk menjadi muallaf, tentu dengan segala rintangan dan hambatan yang harus dilaluinya terlebih dahulu. 

Salah satunya adalah meyakinkan publik Malaysia bahwa niatnya masuk Islam adalah niat yang baik dan benar, bukan sekedar main-main, bukan pula untuk mendongkrak popularitas semata. Sebuah kisah yang layak dibaca dan dijadikan kaca bagi umat Muslim, terutama bagi orang-orang yang masih mengkhianati dirinya sendiri dengan cara mengaku sebagai umat Muslim tetapi belum melaksanakan kewajibannya sebagai Muslim.

Semoga ada manfaat dan ada ilmu yang dapat Anda peroleh dari postingan ini. Terima kasih sudah membaca. ^_^

Penjaja Kata

 

 

(Visited 67 times, 1 visits today)
Felixia Yeap, Hijab, dan Islam
Bagikan ke:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *