Antara waktu tersisihnya fajar
Lalu timbul bercak-bercak mentari
Janji bukan sekedar kabar siar
Nantikanlah, aku datang esok hari

Hadirku ‘kan ditemani langkah seribu
Hadirku ‘kan ditemani citra kalbu
Lihatlah dengan sepasang mata
Sang postulat penyambung  jiwa

Esok, kuhadirkan idiosinkrasi
yang tak kan mudah engkau mengerti
Esok, kububuhkan melankoli
yang tak kan engkau pahami, jika kau nilai atas dasar pandang semata

Bandung tjoret, 16-07-14.
Penjaja Kata

(Visited 23 times, 1 visits today)
Esok
Bagikan ke:

10 thoughts on “Esok

  • July 17, 2014 at 3:27 am
    Permalink

    ‘postulat’ & ‘ideosinkrasi’, wahh harus googling dulu ini….

    Reply
    • July 17, 2014 at 9:27 am
      Permalink

      Haha, postulat itu pengasumsian & idiosinkrasi itu keunikan. Monggo di cek, kata itu saya ambil dalam istilah bahasa teknik, ada di goggle pula. Maklum saja saya bukan sastrawan. hehe

      Reply
      • July 17, 2014 at 11:48 pm
        Permalink

        Kalau setau saya sih, postulat itu suatu teori yang tetap, tak boleh dibantah, dan tak bisa dibantah. Contoh: postulat newton satu sampe tiga.

        Reply
        • July 18, 2014 at 6:52 am
          Permalink

          Kalau tidak salah dalam iterasi newton pengertian postulat berarti pendekatan, sifatnya pun tidak eksak melainkan hampiran semata. Begitulah kurang lebih yang saya pelajari dalam analisi numerik tempo hari. 🙂

          Reply
        • July 20, 2014 at 6:10 am
          Permalink

          Saya pun masih belajar, setidaknya dapat berbagi sedikit pengetahuan.
          Terima kasih sudah berkunjung, salam kenal bung. 😀

          Reply
    • July 17, 2014 at 9:28 am
      Permalink

      Hanya bahasanya saja yang tinggi, maknanya masih cenderung picisan. 🙂

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *