Eksplorasyik Stone Garden Geopark Citatah Padalarang, Penjaja Kata. Berkunjung ke kabupaten Bandung barat, sebagian besar masyarakat akan lebih memilih untuk menikmati alam Lembang dan sekitarnya. Padahal kabupaten Bandung barat itu sangat luas dan memiliki banyak obyek wisata, sebut saja Stone Garden yang berlokasi di Cipatat atau Citatah, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Obyek wisata baru ini nge-hits karena peran sosial media yang mempopulerkannya dengan begitu cepat.

Dihantui rasa penasaran, s aya pun memutuskan untuk berkunjung ke Padalarang. Puas rasanya menginjakan kaki di daerah yang dikenal dengan hamparan bebatuannya yang unik ini. Bagi para penikmat ikan hias, Stone Garden pasti akan terlihat seperti akuarium hardscapeΒ dengan ukuran besar. Jenis bebatuan yang ada di sini merupakan batu gamping, batu endapan yang dihasilkan dari hewan-hewan bawah laut beribu-ribu tahun silam.

Baca juga : Eksplorasik Gunung Padang Cianjur

Lho, kok bisa batu-batu yang tadinya di bawah laut jadi ada di atas gunung? Memang aneh bin ajaib, sih. Tapi di sini disediakan penjelasan secara ilmiahnya kok. Kenapa seperti ini dan kenapa seperti itunya akan kita ketahui dari papan informasi yang tersedia di pintu masuk, mupun dari orang-orang yang berada di information center-nya.

Prolog

Stone garden adalah salah satu geowisata dan laboratorium alam yang terbentuk secara alami, merupakan kawasan taman batu yang langka di kawasan cekungan Bandung. Terdiri dari beraneka ragam batuan gamping yang bernilai sejarah dan keilmuan tinggi. Dengan ketinggian mencapai 908 mdpl dan luas sebesar 2 hektar, Stone Garden telah ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya di daerah kabupaten Bandung barat.

Di sini memang cukup gersang, apalagi daerah sekitar memang notabene merupakan daerah pertambangan, jadi sudah pasti pengunjung harus bisa bersahabat dengan debu yang berterbangan. Bagi yang mau berkunjung ke sini, wajib hukumnya untuk mengenakan masker dan tabir surya apabila kebetulan datang saat matahari sedang terik-teriknya.

Oh ya, sebelum sempat menginjakkan kaki ke lokasi, kita terlebih dahulu akan dipungut biaya masuk di jalan masuk dekat jalan raya Padalarang. Kita harus membayar Rp. 5.000 kepada masyarakat sekitar yang berjaga di jalan masuk menuju ke Stone Garden. Tarif ini tidak termasuk biaya parkir, karena biaya parkir berbeda lagi dan akan dimintai saat kita sudah dekat dengan lokasi sebesar Rp. 3.000.

Di sini sudah banyak bermunculan warung-warung, tentu hal ini merupakan siasat warga sekitar setelah tahu lokasi tersebut ramai dikunjungi oleh para pasukan selfie. Sayangnya, fasilitas mushola saat saya berkunjung belum terlalu bagus, khususnya fasilitas air untuk wudhu. Kita harus turun kembali ke area warung-warung untuk wudhu di toilet yang telah disediakan di sekitar warung.

Pembayaran belum selesai, pengunjung masih harus membayar sebesar Rp. 10.000 sebelum memasuki kawasan Stone Garden. Yup, memang cukup banyak uang yang harus dikeluarkan, sebelum kita benar-benar sampai di Stone Garden dan memanjakan mata kepala serta mata kamera. πŸ˜€

Cerita-Cerita

Stone Garden merupakan lahan perbukitan yang cukup luas, luasnya kurang lebih mencapai 2 hektar. Sesuai dengan namanya, kita akan menemukan hamparan bebatuan yang eksotis sepanjang mata memandang. Pengelola juga menyediakan beberapa buah saung untuk tempat berteduh pengunjung.

Ada banyak spot yang dapat dieksplorasi di sini, terutama bagi para pecinta fotografi. Latar belakang berupa daerah pertambangan dan pegunungan rendah, menambah kekayaan sudut pandang yang bisa dihasilkan melalui karya fotografi. Sayangnya saya bukan fotografer, jadi tidak punya foto-foto yang bagus. hehehe

Keeksotisan stone garden memang sangat menyita perhatian, terutama bagi mereka yang sudah memiliki pasangan. Selain orang-orang biasa seperti saya, tempo hari juga Walikota Bandung beserta istri, Ridwan Kamil & Atalia Kamil, pernah merayakan ulang tahun pernikahaannya di Stone Garden. πŸ˜€

Oh iya, kalau mendengar cerita masyarakat sekitar tentang Stone Garden memang cukup membuat kagum. Tak pernah disangka daerah yang tadinya cuma kebun-kebun biasa, sekarang sudah menjadi spot wisata favorit di Jawa Barat. Hal ini merupakan salah satu bentuk positif dari media sosial, semoga deh lebih banyak lagi tempat-tempat keren di Indonesia yang bisa terbantu promosinya melalui media sosial. πŸ˜€

Baca juga : Eksplorasyik Geopark Ciletuh Sukabumi

*****

Itulah sekelumit cerita saya saat mengunjungi Stone Garden, semoga bermanfaat ya. Bagi yang ingin berkunjung ke sini, jangan lupa pulangnya ceritakan pengalamanmu di kolom komentar ya. Siapa tahu ada hal-hal yang baru, jadi orang yang belum berkunjung ke Stone Garden dan baru berkunjung ke sini bisa tahu lebih banyak. πŸ˜€

 

Penjaja Kata

(Visited 96 times, 1 visits today)
Eksplorasyik Stone Garden Geopark Citatah Padalarang
Bagikan ke:

4 thoughts on “Eksplorasyik Stone Garden Geopark Citatah Padalarang

  • April 6, 2017 at 1:58 pm
    Permalink

    Wah ternyata di citatah situ djadiin tempat wisata ya ? Udah lama ? Waktu jaman kuliah pernah sekali kesana. Hehe

    Reply
  • April 7, 2017 at 7:18 am
    Permalink

    Nama aslinya Pasir Pawon. Di bawahnya ada Gua Pawon. Stone Garden nama yg dikasih anak2 Instagram πŸ˜€ Dulu mah saya ke situ masih gratis, tapi sejak rame di IG & jadi tempat wisata banyak bayarnya. Gak apa-apa klo dipake buat ngurus pasir pawonnya mah, secara bukit2 sebelahnya udh pada abis ditambang buat kebutuhan mcm2 industri.

    Reply
    • April 7, 2017 at 9:49 am
      Permalink

      Wah makasih banget infonya, Teh Ulu. Iya sih, miris banget liatnya. Padahal pas aku masih SD dan main ke Jakarta lewat sini tuh asri banget. πŸ˜€

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *