Eksplorasyik Geopark Ciletuh Sukabumi. Setelah menulis postingan Eksplorasyik Situs Megalitikum Gunung Padang beberapa waktu lalu, ternyata Allah memberikan saya kesempatan untuk bisa mengunjungi salah satu tempat keren lagi yang ada di Jawa Barat: Geopark Ciletuh Sukabumi.

IMG-20151123-WA0007

 

Bersama dengan para tetua di #BloggerBdg dan para pemenang lomba foto yang diselenggarakan oleh Bio Farma, kami bersama-sama melakukan eksplorasyik: meng-explore tempat-tempat yang asyik di Geopark Ciletuh Sukabumi selama tiga hari, dari hari Jumat (20/11/15) sampai hari Minggu (22/11/15). Mungkin bagi segelintir orang, liburan selama tiga hari merupakan waktu yang cukup lama. Tapi percayalah, tiga hari saja tidaklah cukup untuk mengeksplorasi seluruh tempat asyik di sini. 🙂

Prolog

Base Camp PAPSI

Geopark yang berada di kabupaten Sukabumi ini memang belum cukup tersohor bila dibandingkan dengan geopark lainnya yang ada di Indonesia. Hal ini pula yang menjadi latar belakang dari CSR Bio Farma, mendukung dan juga memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan Geopark Ciletuh.

Baca juga : Eksplorasyik Gunung Padang Cianjur

PAPSI (Paguyuban Alam Pakidulan Sukabumi), menjadi komunitas yang berperan aktif dalam menjaga dan mengembangkan Geopark Ciletuh, komunitas ini pun menjadi perpanjangan tangan dari CSR Bio Farma. PAPSI juga menjadi event organizer yang mengatur home stay yang akan kami tempati, waktu dan lokasi yang akan kami kunjungi, transportasi yang akan kami tumpangi, konsumsi yang akan kami nikmati, keamanan yang akan kami patuhi, selama melakukan eksplorasi di Geopark Ciletuh.

Base Camp PAPSI - Geopark Ciletuh Sukabumi

Butuh waktu selama 3-4 jam dari kota Sukabumi untuk dapat sampai di base camp PAPSI yang terletak di kecamatan Ciemas. Sedangkan, untuk bisa sampai di tempat-tempat yang asyik di kawasan Geopark Ciletuh, kita membutuhkan  waktu yang berbeda-beda, sesuai dengan tempat tujuan yang akan dituju.

Sekadar berbagi pengalaman saja, perjalanan menuju ke tempat-tempat asyik di Geopark Ciletuh itu cukup menguras waktu, tenaga, dan harta, lho. Karena setiap kenikmatan itu ada harganya, itulah “harga” yang harus dibayar untuk bisa menikmati keindahan alam di Geopark Ciletuh.

Supaya lebih jelas lagi mengenai waktu, harta, dan harta yang akan terkurasmari disimak penjelasan berikut ini:

 

“Waktu”

Pulau Kunti dan Gunung Badak - Geopark Ciletuh Sukabumi

Pantai Mandrajaya

Mencapai daerah Geopark Ciletuh Sukabumi dari pusat kota Sukabumi, perjalanan membutuhkan waktu kurang lebih 4-5 jam bila menggunakan kendaraan roda empat, itupun baru mencapai base camp PAPSI yang terletak di kecamatan Ciemas, kabupaten Sukabumi. Apabila kamu touring menggunakan kendaraan roda dua, tentu waktu yang ditempuh akan semakin singkat, dan pasti akan lebih seru.

Untuk sampai ke tempat-tempat keren di Geopark Ciletuh, membutuhkan waktu yang berbeda-beda, tergantung dari lokasi yang akan dikunjungi. Misalnya jika ingin mengunjungi Pantai Cikeupek yang terletak di kawasan Gunung Badak dan Pulau Kunti, tempat di mana pasir putih terhampar ditemani bebatuan alam fantastis yang bertebaran, kita membutuhkan 2-3 jam perjalanan dari base camp PAPSI.

Selama perjalanan ke Pantai Cikeupek, kita akan disuguhkan berbagai batuan karang dan batuan kapur yang anggun nan cantik, bahkan di antaranya ada yang memiliki kemiripin dengan sosok hewan, seperti badak ataupun kodok. Bahkan ada pula bebatuan yang dinamakan batu naga, karena kemiripannya dengan punggung naga. Serta ada juga batu yang dinamakan batu batik, karena batu tersebut memiliki corak dan bermotif.

Batu Kodok - Geopark Ciletuh Sukabumi

Batu Kodok

Batu Badak - Geopark Ciletuh

Batu Badak

Batu Naga di Geopark Ciletuh Sukabumi

Batu Naga

Batu Batik - Geopark Ciletuh

Batu Batik

Selain melihat keindahan alam di sepanjang perjalanan menuju ke Pantai Cikepek, kita juga akan melihat banyak bagang yang bertebaran di lautan, bagang-bagang ini digunakan oleh para nelayan setempat untuk menangkap ikan.

Bagang Penangkap Ikan - Geopark Ciletuh

Bagang Invasion

Bagi yang berminat, di sini juga ada spot untuk diving, lho.  Harga yang ditawarkan untuk menikmati fasilitas tambahan ini adalah empat ratus ribu, harga ini merupakan harga yang ditawarkan nelayan yang mengantarkan kami ke Pantai Cikeupek, kebetulan dia rangkap jabatan sebagai pengelola diving juga.

***

Setelah asyik di Pantai Cikeupek, dengan melakukan satu jam perjalanan menggunakan perahu, kita sudah bisa menikmati eloknya air yang mengalir di Curug Cimarunjung, dan menikmati indahnya gradasi antara lautan dan daratan dari Puncak Darma.

Petujuk Arah di Geopark Ciletuh Sukabumi

 

Curug Cimarunjung - Geopark Ciletuh Sukabumi

Curug Cimarunjung

Puncak Darma - Geopark Ciletuh Sukabumi

Puncak Darma

Eits, ingat! Kenikmatan itu punya “harga” yang harus dibayar, lho. Akses jalan menuju dua tempat tersebut tergolong medan yang cukup gahar, dan menjadi makanan empuk bagi penggemar aktivitas off road, terutama akses jalan yang mengarah ke Puncak Darma.

Bagi yang ingin berkunjung ke sini, pilihlah pakaian dan kendaraan yang sesuai. Sebagai contoh yang baik dan benar, lihatlah gambar di bawah ini:

Land Rover Kendaraan Terbaik Saat Berada di Kawasan Geopark Ciletuh Sukabumi

Keren, kan? Akan lebih keren lagi kalau yang ada di foto tersebut itu kamu, lho. 🙂

Selain Curug Cimarunjung, ada beberapa curug lagi yang terdapat di Geopark Ciletuh, dua di antaranya adalah Curug Tengah dan Curug Awang.

Curug Tengah - Geopark Ciletuh Sukabumi

Curug Tengah

Curug Awang - Geopark Ciletuh Sukabumi

Curug Awang

Bagi penggemar aktivitas outdoor, terutama yang suka tracking, akses jalan menuju kedua curug ini bisa menjadi sarana pemuas nafsu: Jalan setapak yang landai dan curam di beberapa kondisi, material jalan yang merupakan campuran antara beberapa bongkah bebatuan dengan tanah yang licin, menjadi akses utama bagi yang ingin menikmati pemandangan Curug Tengah dan Curug Awang dari dekat. Seutas tali yang menjulur dan ditopang oleh besi-besi dengan cor-an yang hampir lepas, menjadi satu-satunya alat bantu kita untuk mengarungi jalur tersebut.

Akses Jalur Menuju Curug Tengah Akses Jalan ke Curug Awang - Geopark Ciletuh Sukabumi

Akses Jalan ke Curug Tengah - Geopark Ciletuh Sukabumi

Jarak tempuh dari base camp PAPSI ke lokasi dua curug ini berada memang cukup singkat, dalam kurun waktu tiga puluh menit pun akan sampai. Namun, untuk mencapai titik air di kedua curug tersebut, membutuhkan waktu yang lebih lama.

Hmm, sebenarnya sih tidak terlalu lama, hanya saja aktivitas dari mata kamera kita di sepanjang perjalanan lah yang akan lebih banyak menyita waktu. Hahaha ….

Tidak jauh dari tempat Curug Tengah dan Curug Awang berada, terdapat sebuah tempat yang bernama Panenjoan. Sesuai dengan arti dari panenjoan yang merupakan bahasa sunda dari “tempat untuk melihat”, Panenjoan merupakan bukit yang menyajikan hamparan hutan lindung, ladang, pesawahan, rumah warga, dan juga pantai yang terlihat nun jauh di ujung sana.

Bukit Panenjoan - Geopark Ciletuh Sukabumi

Panenjoan - Geopark Ciletuh

Amphiteater Panenjoan - Geopark Ciletuh Sukabumi

Bukit Panenjoan

Itulah dia bukit Panenjoan yang hampir mirip dengan Tebing Keraton-nya Bandung. Namun, berbeda dengan di Tebing Keraton, di sini tarif masuk dan tarif parkir-nya dua kali lebih murah. 🙂

 

“Tenaga”

Siapkan Makanan dan Minuman Saat Berada di Geopark Ciletuh SukabumiAgar bisa merasakan perjalanan dengan nikmat selama di Geopark Ciletuh, pastikan fisik dan psikis kita dalam kondisi yang prima. Sayang banget kalau kita hanya sempat mengunjungi satu lokasi saja, lantas tubuh kita tumbang dan tak bisa mengunjungi lokasi-lokasi asyik lainnya. Apalagi kalau kamu mendadak ayan, kan repot jadinya, soalnya rumah sakitnya jauh. Hehehe

 

 

 

Jangan lupa gunakan tabir surya (topi, syal, buff, dsb) dan tabir hujan (jas hujan, payung, dsb) selama berkunjung ke Geopark Ciletuh, dua alat proteksi tersebut sangat dibutuhkan di sini tatkala langit cerah dan , maupun di saat langit mendung dan berair. Bawa juga air mineral, minuman isotonik, dan makanan ringan sebagai bekal yang bisa menghadang rasa haus dan lapar selama perjalanan.

Baca juga : Eksplorasyik Stone Garden Citatah Padalarang

Selain mempersiapkan tubuh, persiapkan juga perlengkapan tambahan lainnya, misalnya seperti membawa power bank untuk melakukan charging di kala gawai maupun kamera yang kita gunakan mengalami krisis energi. Jangan sampai melewatkan momen-momen terbaik untuk selfie di Geopark Ciletuh, hanya karena batere gawai atau kamera-mu habis. 😉 Selfie Groufie - Geopark Ciletuh Sukabumi

 

Nah, bagi yang suka update di medsos tepat waktu, jangan lupa sediakan kuota internet yang cukup. Pasokan sinyal dari beberapa perusahaan provider besar sudah bisa menjangkau hampir seluruh tempat asyik di Geopark Ciletuh, kok. Jadi, kalau kamu masih bisa eksis, dijamin kamu bakalan nge-hits dong. 😉

 

“Harta”

“Harta yang paling indah adalah keluarga …” 

Blogger Bandung di Puncak Darma

Bukan harta benda yang terkuras selama kita berada di Geopark Ciletuh, tetapi keluarga, bung. Keluarga kita akan terkuras air matanya karena dua hal:

1. Menangis karena takjub melihat keindahan alam di Geopark Ciletuh.
2. Menangis karena hanya bisa menikmati keindahan alam Geopark Ciletuh hanya dari postingan kita di media sosial.

 

 

Ayo, mau pilih yang mana? Kalau saran saya, ajak serta keluargamu kalau mau mengeksplorasi Geopark Ciletuh, jadi puas dan lemasnya bisa bareng-bareng, dan yang penting jadi enggak perlu merasa khawatir ataupun kangen sama keluarga yang ada di rumah, kan?

Yup, pilihan ada di tanganmu. Kalau enggak ada orang yang perlu dikhawatirin ataupun dikangenin, berarti kamu memang cocoknya datang sendiri aja ke sini, karena enggak punya orang yang dikhawatirin atau dikangenin merupakan ciri khusus seorang jomblo sejati. wkwkwk

Oleh-Oleh 

Ada beberapa jenis oleh-oleh yang bisa dijadikan buah tangan dari kawasan Geopark Ciletuh, salah satunya adalah kaos, oleh-oleh yang awam ditemukan hampir di semua tempat wisata. Kaos dengan desain gambar spot-spot keren Geopark ciletuh, dijual di base camp PAPSI.

Selain kaos, ada produk beras merah dan beras hitam yang dijual di sini juga. Beras hitam yang ada di sini merupakan produk yang berbeda dengan beras hitam yang ada di daerah lain, seperti di Lembang, Bandung. Perbedaan terletak pada kekentalan warna, beras hitam Ciletuh memiliki warna hitam yang lebih pekat. Media penanamannya pun berbeda, beras hitam Ciletuh ditanam di rumah-rumah masyarakat, bukan di sawah.

Beras Hitam Dari Geopark Ciletuh Sukabumi

 

Jika dilihat dari segi fisik, beras hitam ini hampir mirip dengan ketan hitam. Bahkan, saat diolah menjadi nasi, beras hitam Ciletuh sedikit mengeluarkan wangi ketan hitam juga. Tetapi, perbedaannya akan terlihat pada saat beras hitam ini diolah menjadi nasi. Kalau ketan hitam, teksturnya pasti akan berubah menjadi lengket dan lembek. Sedangkan beras hitam Ciletuh, akan berubah seperti nasi pada umumnya.

Namun, setelah saya coba masak, nasi yang berasal dari beras hitam Ciletuh terasa agak sedikit keras, intinya sih kurang pulen. Jadi untuk mengolah beras hitam Ciletuh menjadi nasi, perlu dicampurkan dengan beras putih kualitas bagus supaya lebih nikmat lagi.

Untuk urusan rasa, nasi hitam dari Ciletuh cukup enak. Apalagi kalau dipadu-padankan dengan semur jengkol dan asin peda, pasti naik berkali-kali lipat enaknya. 🙂

Analisis dan Kesimpulan

Bagi yang mau berkunjung ke Geopark Ciletuh, alangkah baiknya kalau kamu mencoba paket perjalanan yang ditawarkan oleh PAPSI. Insya Allah, PAPSI bisa membuat perjalananmu aman, nyaman, dan tentram. Penentuan lokasi home stay di rumah warga setempat, makanan yang akan kita konsumsi dan cerna, kendaraan yang cocok digunakan selama perjalanan, tour guide yang siap memberikan keamanan serta wawasan selama perjalanan, merupakan beberapa service yang akan diberikan oleh PAPSI.

Alhamdulillah, kami pun telah merasakannya. Kami mendapatkan home stay yang nyaman dan terjaga kebersihannya, serta mendapatkan sambutan hangat dari sang empunya rumah. Makanan? Insya Allah terjamin tiga kali sehari, lho. Walaupun menunya sederhana, tetapi kenikmatannya dijamin membahana, apalagi kalau pas lapar. Haha …

Salah Satu Home Stay di Geopark Ciletuh Sukabumi

Salah Satu Home Stay

Menu Sederhana Rasa Membahana - Geopark Ciletuh Sukabumi

Salah Satu Menu Makan

Begitulah pengalaman saya selama berada di Geopark Ciletuh, tiga hari yang menyenangkan dan ternyata tidak cukup untuk mengeksplorasi semua tempat asyik di sini. Ya, semoga saja di lain waktu dan lain status, saya bisa berkunjung ke Ciletuh kembali. Aamiin …

Kalau masih ingin melihat betapa indahnya Geopark Ciletuh, silakan buka tagar #GeoparkCiletuh di semua akun sosial media, atau kunjungi akun IG Kang Opik @pickpols atau Kang Deni @boyo_deni saja. Pasti kamu akan semakin tertarik, karena foto-fotonya itu mengandung unsur magnet. wkwkwk … 😀

Sampai di sini saja saya bisa menuliskan pengalaman berharga selama berada di Geopark Ciletuh. Semoga bermanfaat bagi yang membaca, kalau ada kekurangan atau ada yang mau mencoba untuk berkunjung ke sini, silakan bercuap-cuap di kolom komentar, ya. 🙂

Penjaja Kata - Geopark Ciletuh Sukabumi

“Kenikmatan itu ada harganya.” – Penjaja Kata

(Visited 1,033 times, 1 visits today)
Eksplorasyik Geopark Ciletuh Sukabumi
Bagikan ke:

10 thoughts on “Eksplorasyik Geopark Ciletuh Sukabumi

  • December 7, 2015 at 10:22 pm
    Permalink

    Iya mudah2an bisa ke Ciletuh lagi dengan status yang berbeda…yaa kmrn cuman selfie di puncak darma…ntar2 bisa photo prewed…amiiinnn…wkwkwkwkwkwk

    Reply
  • December 10, 2015 at 9:37 am
    Permalink

    Emang berapa harga kenikmatan, bang? Jahaha

    Reply
  • December 13, 2015 at 8:11 pm
    Permalink

    Curug curug yang ada di sukabumi ini sepertinya deras sekali ya.. Sangat adventuring sepertinya, sera, untuk saya hehehe.. Tapi aku suka banget melihat air terjun.. Btw aku iri ya, ada blogger bandung, blogger bogor, blogger jogja, sepertinya jarang aku temui blogger jakarta hehehe

    Reply
    • December 13, 2015 at 8:44 pm
      Permalink

      Jangankan airnya, perjalan menuju curug-nya pun “deras” banget, mba. 😀

      Reply
  • December 30, 2015 at 3:14 am
    Permalink

    wah banyak sekali yg dilihat

    Reply
  • January 23, 2016 at 2:40 pm
    Permalink

    Assalamualaikum, Juragan Kumaha damang, Gan sy tertarik dan ingin sekali ke Geopark Ciletuh mohon rute perjalanannya dari Sukabumi.
    Hatur nuhun pisan Gan

    Reply
    • January 24, 2016 at 12:21 am
      Permalink

      Waalaikumsalam. Alhamdulillah, damang, kang. Dari Sukabumi ambil jalan yang ke Pelabuhan Ratu aja, soalnya berdasarkan info sopir yang nganter saya, kalo ambil jalan ke Cibatu itu kondisi jalannya rusak. Nanti dari jalan Pelabuhan Ratu ambil arah ke Loji-Ciemas-Jampang Kulon. Kalau sudah di jalur ini nanti tinggal ikutin jalan aja, ada penunjuk arahnya juga kok. Semoga bisa membantu, kang. 🙂

      Reply
  • January 7, 2017 at 2:21 pm
    Permalink

    Argghhhh,, bagus pemandangannya, air terjunnya, pantainya
    jadi pengen kesana, kebandung jugak.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *