Belum sempat kering air mata keluaraga korban-korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 pada hari Rabu (9/5) yang lalu di Gunung Salak Bogor, peristiwa ini sempat menyita simpati dan perhatian publik Nasional bahkan Internasional. Pesawat made in Rusia dan menjadi kebanggaan Rusia ini berencana dibeli oleh salah satu maskapai penerbangan di Indonesia. Berawal dari demonstrasi penerbangan atau joyflight, namun tanpa diduga-duga pesawat tersebut mengalami kecelakaan. Acara ini diselenggarakan oleh PT Trimarga Rekatama, berangkat dari Bandar Udara Halim Perdana Kusuma pada jam 14.02 namun kejadian naas menimpanya di daerah gunung salak Bogor karena pesawat menabrak tebing yang menjulang tinggi. Tak banyak yang bisa di jelaskan apa penyebab dari kecelakan ini, banyak faktor yang dikaitkan selain faktor cuaca, kesalahan dari SDM dan juga mitos daerah sekitar. Puluhan jiwa melayang akibat kejadian ini, terdiri dari beberapa WNI dan juga WNA asal Rusia . Berbagai kalangan bersimpati atas kejadian ini, dukungan moril dan non moril pun diberikan kepada mereka yang tertimpa bencana ini.  Dan Kini masyarakat Indonesia dan dunia pun dikejutkan kembali dengan terjadinya tabrakan pesawat jenis Boeing MD83 milik PT Dana Air dengan bangunan dua lantai dikawasan penduduk IJU di  kota Lagos,Nigeria. Ratusan nyawa melayang akibat kecelakan ini, salah satu dari korban yang meninggal dunia  adalah Widyo Utomo (38)  warga Bogor, Indonesia. Beliau  bekerja sebagai flight engineering di PT Dana Air, beliaupun sempat bekerja di Lion Air dan di Maskapai Bangladesh.  Sempat merasakan cuti bekerja dan kembali ke tanah air beberapa minggu yang lalu mungkin adalah akhir pertemuan beliau dengan keluarga, mungkin pada saat itu pun beliau mengetahui telah terjadi kecelakaan pesawat dikampung halamannya. Entah berkaca akan peristiwa tersebut pada saat keberangakatannya kembali ke Nigeria 6 Mei lalu firasat-firasat aneh pun sempat menghinggapi pihak keluarga, widyo sempat pamit dua kali kepada istrinya saat itu. Sungguh sangat mengharukan kejadian yang menimpa Nuryanti (32) istri widyo, karena pamitnya sang suami adalah pamit yang dia ucapkan untuk terakhir kalinya. Tetapi tidak ada yang bisa diperbuat saat tuhan berkehendak lain dengan apa yang kita inginkan, tuhan telah memberikan koridor untuk hidup kita dan kemana arah dan tujuan kita pun sudah diatur olehNya.Pihak keluarga yang sempat shock atas berita yang terjadi  yang menimpa widyo kemarin dan sempat menunggu kepastian dari pihak Kemenlu dan PT Dana Air tentang kondisi dari Widyo, namun pihak keluarga pun akhirnya rela menerima kepergian Widyo untuk selama-lamanya setelah pihak Kemenlu memberikan kejelasan yang pasti. Bogor yang dijuluki kota hujan pun kini memang sedang dirundung hujan tangisan yang tiada hentinya, kemarin kecelakan pesawat Sukhoi Superjet 100 terjadi di daerah Bogor dan sekarang kecelakaan pesawat Boeing MD83 menimpa putra daerah dari Bogor. Apalagi kecelakaan ini terjadi dalam konteks yang sama yakni kecelakaan pesawat, suatu kecelakaan yang memiliki tingkat prosentase keselamatan dibawah 1 % penumpang yang akan selamat. Menurut sejarah terjadinya kecelakaan pesawat pun hanya beberapa orang yang berhasil selamat dari tiap kejadian, selebihnya bernasib mengenaskan karena harus tewas dengan tragis.  Seakan-akan langit pun tak bersahabat dengan manusia. Biasanya air lah yang dijatuhkan dari langit ke bumi, namun kini pesawat lah yang berjatuhan dari langit ke bumi. Tak pelak kecelakaan ini menambah panjang daftar kecelakaan pesawat yang sering terjadi akhir-akhir ini, keamanan alat transportasi udara ini pun semakin mengkhawatirkan para penggunanya. Pesawat merupakan alat transportasi paling efektif untuk digunakan, Karena kita dapat lebih menghemat waktu tempuh untuk mencapai suatu tempat tujuan. Namun dengan banyaknya kejadian yang menimpa dunia transportasi udara kali ini pun malah menjadi suatu hambatan, memang tidak ada yang bisa disalahkan dengan apa yang terjadi baru-baru ini namun tetap harus ada penanggulangan dari berbagai pihak terkait agar bisa memproteksi terjadinya kecelakaan-kecelakan pesawat. Semakin bertambahnya hari pun pasti akan menambah canggih teknologi yang bisa dimiliki oleh burung besi ini, namun tetap saja satu yang harus dikedepankan yaitu keamanan yang dapat diberikan kepada para pengguna jasa pesawat. Seyogyanya pengalaman-pengalaman pahit yang terjadi pun dapat dijadikan haluan agar tidak terjadi kembali hal-hal serupa dikemudian hari. (Nouer Dyn)

(Visited 33 times, 1 visits today)
Bogor Kembali "Hujan" Air Mata
Tagged on:             

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *