Pernah berfoto selfie di Tebing Keraton? Bagi yang pernah berkunjung ke sini, tentu sudah tahu kalau salah satu tebing curam yang merupakan area berbahaya di tebing keraton, malah menjadi spot foto paling favorit. Memang tak masuk di akal, area yang diberikan tanda berbahaya untuk menyelamatkan nyawa umat manusia, malah dianggap biasa saja hanya untuk menangkap seulas citra dalam kamera. Miris! ckckck…

Berani Mati Demi Selfie di Tebing Keraton
Mba, mau bunuh diri?
Larangan Duduk di Pagar Pembatas Tebing Keraton
Mas, itu ada tanda dilarang duduk di pagar pembatas, lho!

 

Tengoklah foto-foto di atas, seakan mereka tak peduli dengan keselamatan jiwa dan raga, mereka hanya peduli eksistensi mereka di dunia maya. Apakah seperti ini “wajah” bangsa Indonesia yang kekinian?

*****

Selayang Pandang 

Tebing keraton merupakan salah satu lokasi wisata favorit untuk berfoto di kota Bandung, tepatnya di kawasan taman hutan raya Ir. H. Djuanda, Dago. Dapat ditempuh selama 30 menit perjalanan dari pusat kota Bandung, tapi kalau macet estimasi waktunya tak dapat diprediksi dengan tepat, ya. 😀

Pengaruh media sosial, khususnya Instagram, menjadi faktor utama yang membuat Tebing Keraton menjadi lokasi yang nge-hits banget di Bandung. Pokoknya, kalau kamu jadi mahasiswa di Bandung, saya yakin kamu tergolong mahasiswa KUPU-KUPU tapi berjiwa kepompong kostan kalau belum pernah mampir ke Tebing Keraton.

Cukup banyak akses jalan menuju Tebing Keraton, yang bisa kamu pilih saat berada di daerah Dago Atas. Namun, akses jalan paling cepat adalah melalui jalan masuk ke Tahura Ir. H. Djuanda. Bagi yang tidak punya kendaraan, kamu bisa menyewa jasa ojek setempat, tapi jangan kaget dengan harga yang ditawarkannya, ya. Hehe…

Harga yang ditawarkan tukang ojek setempat, menurut saya agak berlebihan. Alasannya sih karena akses jalan ke Tebing Keraton cukup jauh dan fluktuatif, karena memang masuk kawasan perbukitan. Selain itu jalannya pun terlihat belang, karena disesuaikan dengan strata sosial warga setempat yang tinggal di sepanjang akses jalan: kalau daerah rumah gedongan jalannya hotmix, tapi daerah perkampungan jalannya seadanya saja.

Jalan Hotmix di Tebing Keraton
Orang Kaya, Hotmix Dong!
Jalan Menuju Tebing Keraton
Yang penting bisa dipake lewat

Tiket masuk ke lokasi Tebing Keraton dapat ditebus dengan harga 11 ribu untuk WISNU (lokal) dan 76 ribu untuk WISMAN (asing), kalau mau foto pre-wedding bayar 200 ribu. Tiket masuk ini belum termasuk tiket parkir yang harganya 5 ribu, ya. (Harga ini di tahun 2015, kalau lebih mahal salahkan pengelola. :v)

Tempat Bayar Parkir ke Tebing Keraton Bandung
Tempat Bayar Parkir Tebing Keraton Bandung

 

Harga Tiket Masuk ke Tebing Keraton Bandung
Tempat Beli Tiket Masuk ke Tebing Keraton Bandung
Akses Jalan di Tebing Keraton
Kalau ada di sini berarti sudah bayar. 🙂

 

Ada apa saja sih di Tebing Keraton? Pertanyaan inilah yang membuat saya datang ke sini, dan jawaban telah saya dapatkan yaitu ada tebing dan pemandangan alam khas Dago. Tapi, saya ke Tebing Keraton dalam momen yang tidak tepat, saya berkunjung di saat matahari berada di ubun- ubun dan sudah tak boleh sholat dhuha. :’)

Jadi, kalau kamu mau datang ke sini, datanglah di saat momen sunrise dan sunset, karena kedua momen tersebut bila berlatarkan pemandangan Tebing Keraton, dijamin bikin hasil fotomu semakin keren walaupun kemampuan kameramu hanya 2 megapixels. wkwkwk

Sumber: pergidulu.com

*****

Analisis dan Simpulan

Jujur, berfoto sambil berdiri di atas batu yang ada di ujung Tebing Keraton memang keren banget dan butuh keberanian yang lebih. Tapi, sadarkah kamu kalau perbuatan yang kamu lakukan, ada kemungkinan dapat ditiru oleh orang lain? Baguslah jika orang yang meniru merasa bahagia, tentu kita juga akan mendapatkan pahala. Aamiin.

Namun bagaimana jadinya kalau mereka yang meniru kita malah celaka? Apakah ada nilai pahala yang akan kita dapatkan? Maka dari itu, mari perlakukan media sosial yang kita miliki secara baik dan benar, agar dampak yang akan kita dapatkan pun akan baik dan benar juga. Akhir kata saya tuliskan, semoga postingan ini dapat bermanfaat bagi yang membaca. 🙂

Penjaja Kata

(Visited 391 times, 1 visits today)
Berani Mati Demi Selfie di Tebing Keraton
Bagikan ke:

24 thoughts on “Berani Mati Demi Selfie di Tebing Keraton

  • January 16, 2016 at 7:44 am
    Permalink

    Belum pernah ke sini 🙁 bisi nambah mahal

    Banyaan gengsi yang digedein sih ya 🙁
    Kalo ada korban baru pada sadar. Tipikal banget.
    kamera 2 megapixels nanti banyakan noisenya kak -___-

    Reply
    • January 18, 2016 at 11:54 pm
      Permalink

      Wah iya yah, udah lama gak pake kamera 2 mp jadi lupa rasanya. hehe

      Reply
  • January 16, 2016 at 10:46 am
    Permalink

    Baru tau, kalo Bandung juga punya tebing keren kaya gini. Tar kalo ke sana, coba saya mampir 🙂

    Tentang selfie, sepertinya memang berlebihan kalau sampai lompat ke pinggir-pinggir tebing seperti gambar di atas

    Reply
    • January 18, 2016 at 11:52 pm
      Permalink

      Iya, berlebihan banget. Tapi nanti kalo ke Bandung jangan sampai ditiru ya, mas. Soalnya banyak banget yang foto kayak begitu. 😀

      Reply
  • January 17, 2016 at 1:28 pm
    Permalink

    Sering bolal balik jakarta bandung jakarta tapi belum pernah ke sini.

    Pengen banget ada yang nyulik ke tebing keraton hehehe

    Reply
    • January 18, 2016 at 11:51 pm
      Permalink

      Hahaha, sayang gak ada gafatar di tebing keratonnya, bro. Kalo ada kan bisa diculik kayak bu dokter yang di Jogja itu. 😀 #eh

      Reply
  • January 17, 2016 at 7:54 pm
    Permalink

    Aahhh itulah, sekarang wisata bukannya meniknati pemandangan tapi menikmati foto pemandangan. Soalnya pas dilokasi wisata semua berjuang mendapatkan foto yg terbaik utk dinikmati dirumah 😀

    Reply
  • January 17, 2016 at 8:09 pm
    Permalink

    Bulan Desember kemarin gua pergi ke Tebing Keraton dan udah sampai di jalan perkampungan, tapi temen gua malah minta pulang, padahal tinggal sedikit lagi sampai…

    Reply
  • January 18, 2016 at 12:56 pm
    Permalink

    Itu benar-benar nekat banget, ya cuma demi foto 🙁

    Tapi memang tempatnya bagus banget.. Aku jadi ingin ke sana

    Reply
    • January 18, 2016 at 11:23 pm
      Permalink

      Iya, banyak banget lagi yang kayak gitu. Ayo silakan datang aja, mba. 🙂

      Reply
  • January 18, 2016 at 2:41 pm
    Permalink

    Dan nyatanya masih banyak peristiwa kemalangan yg terjadi hanya demi ber-selfie ria…miris.

    Reply
  • January 19, 2016 at 5:52 am
    Permalink

    Saya juga baru tahu tebing keraton tuh akhir-akhir ini gara-gara liat di TV. Kalau pas sunrise kayanya indah banget ya, tapi pas siang (liat foto2 diatas) kayanya sama aja kaya perkampungan biasa, terlihat gersang.

    Tebing keraton ini masuknya kota atau kabupaten sih? Kayanya pemda harus serius benahin infrastrukturnya, biar lebih menarik dan menjual sih hehehe

    Untuk urusan yang selfie, biarin aja ah urusan mereka. Kalau mati pun urusan mereka, anggap aja mereka sedang membantu mengurangi populasi orang-orang bego hhe

    Reply
    • January 22, 2016 at 12:53 am
      Permalink

      Kalo gak salah sih udah masuk bagian kabupaten Bandung barat. Tapi, karena lokasi ditangani oleh pihak perhutani, tentu kebijakan pengelolaan ada di tangan perhutani. Semoga aja deh pihak perhutani dan pemerintahan Bandung Barat bisa bersinergi untuk mengelola tebing keraton dengan lebih baik lagi. Aamiin. 🙂

      Reply
  • January 19, 2016 at 6:43 pm
    Permalink

    terakhir ke bandung 5 tahun yg lalu belum ada spot ini..
    menarik juga sepertinya buat berburu foto pas berkabut pagi..
    hmm untuk selfie extreme gitu masih mikir2 :p

    Reply
    • January 22, 2016 at 12:49 am
      Permalink

      Wah kalo pas kabut pagi paling keren deh di sini, bro. Tapi ya itu, kebanyakan orang2 yang foto di sini “ekspresi” kegembiraannya agak berlebihan. hehe

      Reply
    • January 22, 2016 at 7:07 pm
      Permalink

      hahaha, demi bisa dapet foto yang keren, kayaknya keberanian dalam diri si mbaknya langsung membuncah tuh.

      Reply
  • January 22, 2016 at 6:28 pm
    Permalink

    Dengan adanya sosial media yang begitu hits, banyak orang jadinya yang pengen eksis. Apapun rela dilakuin demi dapet banyak likes dan komentar. 🙂 Salam hangat dari Mind BoX owner…

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *