Sejak zaman batu biasa, hingga zaman batu mulia, aku tetaplah seekor monyet, bukan seorang monyet. Aku berpikir, apalah artinya sebuah Teori Evolusi, jikalau kenyataan tak sebanding dengan penelitian. Lebih anehnya, Darwin mati bersama teorinya yang tak pasti.

Kalaulah benar adanya, mungkin saat ini aku sudah berubah menjadi manusia, ‘kan? Dan, tak perlulah aku memotong ekorku, hanya agar mereka memanggilku seorang manusia. Dan manusia, mungkin akan berubah menjadi malaikat yang patuh pada sang pemilik adzab.

Karena, evolusi itu tak pernah berhenti, tidak seperti proses metamorfosis yang berhenti di satu titik. Dan, yang mati pun tak ‘kan pernah reinkarnasi, tidak seperti cerita fiktif di layar teve. Jadi, untuk apa kita menginjak bumi, jikalau hidup tiada arti?

Bandung, 13 Agustus 2015
Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda

Penjaja Kata

(Visited 21 times, 1 visits today)
Balada Seekor Monyet
Bagikan ke:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *