Walaupun mahasiswa Itenas berbalut dengan title sebagai anak teknik , hal ini tidak membuat pengetahuan terhadap hal-hal lainnya menjadi minim, salah satunya adalah seni. Dunia seni memang jauh berbeda dengan dunia teknik, secara singkat dapat disimpulkan bahwa seni bergerak dibidang perasaan sedangkan teknik bergerak dibidang pemikiran.

Namun bagaiman apabila kedua dunia tersebut dipadu padankan? Tentu dampak yang dihasilkannya akan lebih baik dibanding hanya mendalami salah satunya saja. Memang dikampus Itenas sendiri unit-unit yang berbasis seni sudah tersedia, diantaranya adalah Jinggaswara, UMM, dan Lisenda yang memiliki keahlian dibidangnya masing-masing.

Walaupun demikian, Itenas Clubreads yang memiliki basis berbeda tetap meyertakan unsur-unsur seni didalamnya, salah satunya adalah mengenalkan pertunjukan performance art. Performance art atau seni pertunjukan adalah karya seni yang melibatkan aksi individu atau kelompok ditempat dan waktu tertentu. Performance biasanya melibatkan empat unsur yaitu waktu, ruang, tubuh si seniman, dan hubungan seniman dengan penonton.

Pertunjukan performance art pernah diadakan di Itenas, yang disajikan pada acara Itenas Clubreads yang berjudul Tribute to Pramoedya Ananta Toer beberapa saat yang lalu.  Lakon atau pemainnya adalah Besti Rahulasmoro salah satu seniman yang malang melintang di Bandung yang berduet dengan Sandra Nurdiansyah salah satu mahasiswa dari teknik elektro Itenas. Pada kesempatan ini mereka menampilkan pertunjukan performance art dengan konsep perpaduan antara seni rupa dengan seni bunyi.

Bentuk seni rupa yang ditampilkan adalah lukisan, Besti Rahulasmoro melukiskan wajah Pramoedya Ananta Toer diatas sebuah kain kanvas, dia juga menggunakan anggota-anggota tubuhnya yang tidak lazim untuk melukis seperti jari jemari dan mulutnya. Selain itu dia juga melakukan repetisi kalimat “Menulis adalah keberanian” sembari melukis, hal ini bertujuan sebagai pesan dan juga penghubung antara seniman dengan penonton yang sesuai dengan salah satu unsure dalam performance art.

Kemudian Sandra menyajikan bentuk dari seni bunyi yaitu bunyi ketukan suara yang dihasilkan dari sebuah mesin tik yang di ketuk dengan irama yang berbeda-beda, dia pun menggunakan penutup kepala dan ditarik-tarik oleh pelukis ketika melakukan hal tersebut, hal ini berkenaan dengan riwayat hidup Pram dalam menulis yang sarat dengan segala bentuk “pengekangan” dalam berkarya dibidang literasi.

Untuk bisa menjadi seniman performance art tidaklah sulit dan tidak memerlukan peralatan khusus, dalam melakukan seni performance art seniman hanya membiarkan tubuh mereka bergerak mengikuti suasana dan kehendak hati, selain itu dapat juga menggunakan berbagai macam benda sebagai peralatan pendukung. Berminat dengan dunia performance art?

(Sandra, Itenas ClubReads).

 

(Visited 20 times, 1 visits today)
Ayo Mengenal Performance Art
Bagikan ke:

7 thoughts on “Ayo Mengenal Performance Art

  • July 3, 2013 at 2:56 pm
    Permalink

    Review yang keren….
    Dan saya setuju dengan pernyataan bahwa anak teknik yang bisa dipadu dengan seni.

    Reply
    • July 4, 2013 at 3:39 am
      Permalink

      Terima kasih, dunia teknik memang membutuhkan sentuhan seni agar lebih terlihat keindahannya. 😀

      Reply
      • November 18, 2013 at 3:39 pm
        Permalink

        Terima kasih kembali… iya karena setiap disiplin ilmu itu saling berkaitan dan saling terikat.

        Reply
        • November 26, 2013 at 12:57 am
          Permalink

          Ibarat dahan, daun, dan ranting yang berkoloni dalam sebuah pohon saya pikir bung..

          Reply
          • December 18, 2013 at 4:28 am
            Permalink

            Nah..cocok sekali analoginya..yah seperti itu lah…
            kalau analogi saya seperti organ-organ yg ada di tubuh manusia.

  • July 6, 2013 at 12:07 pm
    Permalink

    anak teknik itu spesial. ketika beradu dengan seni maka seisi otaknya akan seimbang. teknik gak harus melulu keras kan? hehehehe… cukup hidup aja yang keras. anak teknik gak usah ikutan. hahahaa… ohya. anak teknik sangat berpotensi menerima pelajaran yg berifat filsafat. aku rasa itu jadi stumilan yg baik utk mengenal seni yg sebenarnya meresap di setiap sisi kehidupan.

    hey you. briliant review ahaha keep writing and don’t stop til you drop ahahha

    Reply
    • July 7, 2013 at 1:45 am
      Permalink

      Hahaha, good comment, salam teknik! 😀

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *